kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Fox Hunt, program khusus China memburu para penghianat negara


Rabu, 08 Juli 2020 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Lai Changxing, salah satu target operasi Fox Hunt yang dipulangkan dari Kanada pada tahun 2011 silam.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON DC. Direktur FBI, Christopher Wray, pada Selasa (7/7) menguraikan secara panjang lebar mengenai cara-cara China menjadi penguasa dunia.

Dalam pidatonya di Hudson Institute Washington, Wray menyoroti adanya kampanye ancaman multi-cabang yang sekarang sedang dilakukan China di berbagai negara.

Salah satu yang jadi perbincangan panas adalah program Fox Hunt. Sebuah program khusus pemerintah China untuk memburu warga negara China di luar negeri yang dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah China.

Baca Juga: Direktur FBI bongkar bobrok China yang jadi ancaman terbesar bagi Amerika

Orang-orang yang menjadi target dari Fox Hunt ini umumnya adalah para penentang kebijakan pemerintah China. Di antaranya juga ada yang mampu mengungkap pelanggaran HAM China yang luas.

Program Fox Hunt sendiri diinisiasi langsung oleh Presiden Xi Jinping. Awalnya program ini menargetkan para pelarian kasus korupsi yang bersembunyi di berbagai negara.

Melansir Beijing Times, pada tahun 2016 ada sebanyak 1.032 buronan yang berhasil dipulangkan ke China. Mereka semua bersembunyi di lebih dari 70 negara berbeda. Penangkapan tersebut nyatanya berhasil mengembalikan uang negara sampai 2,4 miliar Yuan atau setara dengan Rp 4,9 triliun.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×