kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Gara-gara corona, Singapura turunkan proyeksi PDB 2020 jadi kontraksi 5%-7%


Selasa, 11 Agustus 2020 / 07:42 WIB
ILUSTRASI. Proyeksi PDB Singapura untuk 2020 kembali diturunkan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Ekonomi Singapura mengalami kontraksi lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal II-2020 karena langkah-langkah penguncian yang ketat untuk mengekang penyebaran virus corona.

Selasa (11/8), berdasarkan data resmi Kementerian Perdagangan dan Industri, produk domestik bruto (PDB) Singapura turun 13,2% secara year on year (yoy) di kuartal kedua. Angka ini di bawah proyeksi awal pemerintah yang memprediksi penurunan 12,6%.

Namun, hasil ini sudah sesuai dengan proyeksi analis. Dari delapan analis, median PDB Singapura di periode April-Juni 2020 kontraksi 13,2%.

Baca Juga: Indonesia disebut belum resesi, negara mana saja yang sudah? Ini daftarnya...

Sementara itu, ekonomi Negeri Singa Putih tersebut juga anjlok 42,9% dari tiga bulan sebelumnya dalam skala tahunan dan penyesuaian musiman. Lagi-lagi, ini lebih buruk dari perkiraan awal pemerintah yang memprediksi kontraksi 41,2% dibandingkan kuartal I-2020.

Sementara realisasi tersebut, juga kembali sesuai dengan hasil survei analis yang memperkirakan kontraksi 42,9% pada ekonomi Singapura secara kuartalan.

Lebih lanjut, pemerintah memprediksi, pertumbuhan ekonomi Singapura di tahun ini akan kontraksi di kisaran 5% dan 7%. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan PDB Singapura kontraksi di rentang 4%-7% untuk tahun 2020.

Proyeksi PDB tahun 2020 ini bakal membawa Singapura pada penurunan terbesar dalam sejarahnya.




TERBARU

[X]
×