kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Gara-gara lockdown, pelanggan Spotify melonjak jadi 130 juta


Rabu, 29 April 2020 / 20:37 WIB
Gara-gara lockdown, pelanggan Spotify melonjak jadi 130 juta
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A trader is reflected in a computer screen displaying the Spotify brand before the company begins selling as a direct listing on the floor of the New York Stock Exchange in New York, U.S., April 3, 2018. REUTERS/Lucas Jackson/File Photo

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pelanggan musik berbayar Spotify Technology SA melonjak menjadi 130 juta pada kuartal pertama 2020. Ini mendorong kenaikan saham di perusahaan streaming musik Swedia itu. Model bisnisnya terbukti lebih tangguh daripada yang diharapkan di saat lockdown di seluruh dunia akibat virus corona membuat semua orang menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik di rumah.

Peningkatan dua digit dalam pendapatan triwulanan membantu perusahaan ini mengatasi penurunan penjualan iklan yang terdampak virus. Sebelumnya iklan menyumbang kurang dari 10% terhadap pendapatan keseluruhan Spotify.

Spotify, yang menghasilkan campuran sistem langganan dan menampilkan iklan kepada pengguna yang tidak membayar, terus memperkuat keunggulan komersialnya dalam layanan streaming menghadapi kompetitornya seprti Apple Inc dan Amazon.com Inc.

Baca Juga: Ada pajak digital, pelanggan Netflix dan Spotify bakal kena biaya tambahan 10%

"Terlepas dari semua turbulensi di seluruh dunia, kami mencapai hampir semua metrik pelanggan," kata Kepala Eksekutif Spotify Daniel Ek kepada Reuters, Rabu (29/4).

Perusahaan itu mengatakan mulai mengalami penurunan pengguna pada akhir Februari di negara-negara yang terkena virus seperti Italia dan Spanyol, tetapi telah mengalami pemulihan yang berarti dalam beberapa minggu terakhir.

Ek melihat strategi menggandeng lebih dari 300 mitra  pembuat perangkat dan perluasannya ke layanan podcast telah berhasil menarik audiens yang sekarang sedang terperangkap di rumah.

"Bekerja dari rumah tampaknya meningkatkan layanan streaming secara umum, jadi kami tidak melihat pengguna memilih antara Netflix dan Spotify," kata analis Cascend Securities Eric Ross.

Baca Juga: Berkat TikTok, valuasi induk perusahaan ByteDance mencapai US$ 75 miliar

Untuk kuartal kedua, Spotify mengharapkan pelanggan premium di kisaran 133 juta hingga 138 juta. Perusahaan ini memperkirakan total pendapatan dalam kisaran € 1,75 miliar (US$ 1,90 miliar) hingga € 1,95 miliar.



TERBARU

[X]
×