kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Gara-gara NSA, Microsoft perbaiki fitur keamanan Windows


Rabu, 15 Januari 2020 / 20:09 WIB
Gara-gara NSA, Microsoft perbaiki fitur keamanan Windows
ILUSTRASI. FILE PHOTO: General view of Microsoft's logo at Microsoft Corporation headquarters at Issy-les-Moulineaux, near Paris, France, April 18, 2016. REUTERS/Charles Platiau/File Photo

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Microsoft Corp, Selasa (13/1) dilaporkan Reuters telah memperbaiki fitur keamanan dalam sistem operasi Windows. Aksi ini menindaklanjuti temuan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat yang menemukan celah keamanan dalam Windows.

Dalam keterangan resminya, Microsoft bilang celah keamanan yang ditemui NSA dapat memungkinkan peretas memalsukan sertifikat digital yang digunakan beberapa versi Windows untuk mengotentikasi dan mengamankan data. Ini bisa berdampak serius bagi sistem dan pengguna.

Baca Juga: Sudah tidak ada pembaruan lagi, ini saran Microsoft bagi para pengguna Windows 7

Meski demikian, NSA dan Microsoft mengakui belum menemukan adanya pemanfaatan celah kemanan tersebut. Mereka juga meminta agar para pengguna Windows yang terdampak segera melakukan pembaruan sistem.

Pejabat NSA Anne Neuberger mencatat pihaknya juga telah meminta sejumlah operator jaringan rahasia untuk menginstal pembaruan sistem dan mempercepat implementasi.

Dalam keterangan pembaruan, ini NSA diberikan kredit sebagai pihak yang menemukan celah keamanan sekaligus mendorong pembaruan. Meskipun sebenarnya, NSA sudah sejak jauh hari memperingatkan Microsoft terkait celah keamanannya.

Neuberger bilang ini jadi langkah agensi untuk lebih transparan dengan komunitas keamanan informasi. “Sebagai bagian membangun kepercayaan adalah dengan menunjukkan data,” katanya dalam laporan Reuters, Rabu (15/1).

Baca Juga: Amazon berniat memblokir Microsoft dalam kontrak JEDI Departemen Pertahanan AS


Tag


TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×