kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.430   -293,27   -4,36%
  • KOMPAS100 853   -40,07   -4,49%
  • LQ45 635   -23,14   -3,52%
  • ISSI 232   -10,62   -4,37%
  • IDX30 360   -11,70   -3,15%
  • IDXHIDIV20 444   -11,01   -2,42%
  • IDX80 98   -4,21   -4,13%
  • IDXV30 126   -3,33   -2,57%
  • IDXQ30 116   -3,25   -2,72%

Gara-gara sapi, 10 orang tewas di wilayah ini, berikut penjelasannya


Senin, 31 Agustus 2020 / 12:19 WIB
ILUSTRASI. Gara-gara sapi, 10 orang tewas di wilayah ini, berikut penjelasannya. REUTERS/Michael Dalder


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - N'djemna. Bentrokan maut terjadi antara pengembala dengan petani di Chad Selatan pada pekan lalu. Sebanyak 10 orang tewas akibat bentrokan tersebut.

Diwartakan kantor berita AFP Minggu (30/8/2020), jaksa penuntut setempat menjelaskan, bentrokan terjadi karena ada pengembala yang kehilangan seekor sapi. Hasil penelusuran, sapi tersebut berada di sebuah ladang pertanian.

Baca juga: Depok berlakukan jam malam mulai hari ini, Senin 31 Agustus 2020

Lalu, para pengembala mengirim satu orang untuk mengambil dan membawa pulang sapi tersebut. Tapi, ia malah pulang tinggal nama karena dibunuh. 

Para petani lalu menyerang para penggembala lainnya di hari pemakaman korban. Bentrokan antara petani yang menetap di sana dan penggembala Arab nomaden pun  terjadi. Banyak dari mereka yang bersenjata.

Insiden ini dilaporkan AFP makin memburuk di Sahel, daerah yang gersang dan konflik perebutan lahan sering terjadi. Sebagian besar insiden terjadi ketika penggembala, yang terkadang melintasi perbatasan dari Sudan, mengarahkan ternak mereka ke ladang petani.

Hewan-hewan itu lalu menginjak-injak tanaman dan akhirnya memicu konfrontasi antara kedua kelompok. "Sebanyak 10 orang tewas termasuk utusan penggembala yang dikuburkan," kata Brahim Ali Kolla jaksa penuntut di Moundou, kota terbesar kedua di Chad. 

Baca jugaInilah biaya pembuatan STNK hilang

Semua korban tewas adalah dari pihak penggembala Arab nomaden, tambahnya. Total 43 orang yang terlibat dalam bentrokan ini telah ditangkap, termasuk 6 perangkat desa dan para kepala desa. 

Pada Senin (31/8/2020) di wilayah lain Chad selatan, 3 penggembala dan 8 petani tewas dalam bentrokan lain. Chad selatan yang iklimnya lebih sejuk banyak dituju para penggembala dari gurun Sahel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sapi Hilang Picu Bentrokan Petani dan Penggembala, 10 Orang Tewas",  

Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara

 

Depok berlakukan jam malam mulai hari ini, Senin 31 Agustus 2020




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×