kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Gawat, telur ayam Amerika diduga mengandung bakteri


Jumat, 20 Agustus 2010 / 12:00 WIB


Reporter: Edy Can, AP | Editor: Edy Can

ATLANTA. Sebuah perusahaan Amerika Serikat menarik jutaan telur ayam yang diduga mengandung bakteri salmonela. Jumlah telur yang ditarik mencapai 380 juta butir.

Penarikan telur ayam dilakukan setelah ratusan warga Amerika Serikat di empat negara bagian terserang bakteri Salmonella. Di California, dilaporkan sebanyak 266 orang terseang bakteri Salmonella sejak Juni lalu.

Sementara di Colorado terdapat 28 kasus pada Juni lalu. Sedangkan pada Juli, jumlah pasien empat kali lebih besar dari biasanya. Kasus-kasus serupa juga terjadi di Arizona, Illionois, Nevada, North Carolina, Texas dan Wisconsin.

Namun, hingga kini, Pusat Penanggulangan Amerika Serikat atau Centers for Disease Control (CDC) belum menemukan korban yang tewas akibat serangan bakteri yang menyebabkan penyakit tifus itu.

Wright County Egg, produsen telur tersebut mengatakan penarikan telur tersebut sejalan dengan komitmen mereka untuk melindungi kesehatan konsumen. "Ini menjadi tanggungjawab kami," kata Wright County Egg dalam rilisnya.

Wright County telah memasarkan telurnya di empat negara bagian. Mereka memasarkan telur itu dengan berbagai merek seperti Lucerne, Albertson, Mountain Dairy, Ralph's, Boomsma's, Sunshine, Hillandale, Trafficanda, Farm Fresh, Shoreland, Lund, Dutch Farms dan Kem. Tidak jelas kapan telur diproduksi.

Keterkaitan penarikan telur dengan penyakit itu kini sedang diusut oleh Food and Drug Administration (FDA).




TERBARU

[X]
×