kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Global Times: China larang pemegang paspor diplomatik AS masuk wilayah Xinjiang


Selasa, 03 Desember 2019 / 09:09 WIB
ILUSTRASI. Seorang pendemo menggunakan topeng saat demo atas kebijakan China atas Muslim Uighur di depan Konsulat China di Istanbul, Turki, 1 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mungkin melarang semua pemegang paspor diplomatik Amerika Serikat (AS) memasuki wilayah otonomi Xinjiang di Barat Tiongkok. Pemimpin Redaksi Global Times Hu Xijin mengatakannya pada Selasa (3/12).

Dalam kicauan di akun Twitternya, Hu menyebutkan, China juga mempertimbangkan pembatasan visa terhadap pejabat dan anggota Parlemen AS dengan "kinerja najis" atas masalah Xinjiang, sebagai pembalasan terhadap undang-undang yang sedang Kongres AS siapkan. 

Tapi, Hu tidak mengungkapkan, bagaimana dia mendapatkan informasi tersebut.

Baca Juga: Duh, dokumen Pemerintah China yang bocor mengungkap detail kekerasan atas Uighur

Pakar dan aktivis AS mengatakan, setidaknya ada satu juta warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang yang terpencil. Pejabat tinggi AS termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah mengkritik China secara terbuka tentang situasi di Xinjiang.

China membantah ada penganiayaan di kamp-kamp tersebut, yang menurut Beijing, mereka memberikan pelatihan kejuruan untuk membantu menghilangkan ekstremisme agama dan mengajarkan keterampilan baru kepada orang-orang di wilayah Xinjiang. 

Selain itu, China berulang kali menuntut agar AS dan negara-negara asing lainnya yang kritis terhadap kebijakan di Xinjiang untuk mengakhiri campur tangan mereka dalam urusan dalam negeri Tiongkok.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×