kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Global Times: China larang pemegang paspor diplomatik AS masuk wilayah Xinjiang


Selasa, 03 Desember 2019 / 09:09 WIB
Global Times: China larang pemegang paspor diplomatik AS masuk wilayah Xinjiang
ILUSTRASI. Seorang pendemo menggunakan topeng saat demo atas kebijakan China atas Muslim Uighur di depan Konsulat China di Istanbul, Turki, 1 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mungkin melarang semua pemegang paspor diplomatik Amerika Serikat (AS) memasuki wilayah otonomi Xinjiang di Barat Tiongkok. Pemimpin Redaksi Global Times Hu Xijin mengatakannya pada Selasa (3/12).

Dalam kicauan di akun Twitternya, Hu menyebutkan, China juga mempertimbangkan pembatasan visa terhadap pejabat dan anggota Parlemen AS dengan "kinerja najis" atas masalah Xinjiang, sebagai pembalasan terhadap undang-undang yang sedang Kongres AS siapkan. 

Tapi, Hu tidak mengungkapkan, bagaimana dia mendapatkan informasi tersebut.

Baca Juga: Duh, dokumen Pemerintah China yang bocor mengungkap detail kekerasan atas Uighur

Pakar dan aktivis AS mengatakan, setidaknya ada satu juta warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang yang terpencil. Pejabat tinggi AS termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah mengkritik China secara terbuka tentang situasi di Xinjiang.

China membantah ada penganiayaan di kamp-kamp tersebut, yang menurut Beijing, mereka memberikan pelatihan kejuruan untuk membantu menghilangkan ekstremisme agama dan mengajarkan keterampilan baru kepada orang-orang di wilayah Xinjiang. 

Selain itu, China berulang kali menuntut agar AS dan negara-negara asing lainnya yang kritis terhadap kebijakan di Xinjiang untuk mengakhiri campur tangan mereka dalam urusan dalam negeri Tiongkok.




TERBARU

[X]
×