kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Google, Facebook dan Microsoft bereaksi pada Prism


Rabu, 12 Juni 2013 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. Seorang fotografer mencoba Nikon Z7 saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (24/10/18). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.


Sumber: BBC |

NEW YORK. Google, Facebook dan Microsoft meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) mengizinkan mereka untuk mengungkap adanya permintaan data pengguna dengan alasan keamanan.

Langkah tersebut diambil setelah serangkaian laporan yang mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki akses langsung kepada server di sembilan perusahaan teknologi terbesar Amerika Serikat, termasuk Google dan Apple.

Google mengatakan klaim tersebut tidak benar dan menambahkan bahwa aturan untuk menjaga rahasia terkait permintaan keamanan dari Amerika akan menyulut spekulasi. AS telah mengonfirmasi keberadaan program pengawasan tersebut.

David Drummond dari Google menulis surat kepada Jaksa Agung AS dan meminta izin untuk merilis kumpulan nomor permintaan keamanan nasional, termasuk pengungkapan Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA).

"Nomor tersebut jelas akan menunjukkan bahwa kepatuhan kami dengan permintaan ini jauh dari klaim yang dituduhkan. Google tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan," katanya dalam surat itu.

Microsoft menambahkan bahwa "Transparansi soal kumpulan nomor dan ruang lingkup permintaan keamanan nasional, termasuk perintah FISA, akan membantu masyarakat memahami dan memperdebatkan isu-isu penting''.

“Pemimpin di jejaring sosial ini ingin memberikan gambaran yang lengkap dari permintaan pemerintah yang kami terima, dan bagaimana kita meresponsnya", lanjut Ted Ullyot, penasihat umum Facebook.

Kasus ini bermula dari laporan eks konsultan CIA, Edward Snowden bahwa pemerintah AS mengintai jutaan orang melalui internet lewat program Prism.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×