kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Google setop pengembangan energi terbarukan


Rabu, 23 November 2011 / 10:30 WIB
Google setop pengembangan energi terbarukan
ILUSTRASI. Promo Richeese Factory spesial tahun baru periode 31 Desember 2020 menawarkan 4 fire chicken mulai dari harga Rp 38.182.


Reporter: Edy Can, Reuters | Editor: Edy Can


SAN FRANCISCO. Google Inc. akhirnya mengundurkan diri dari proyek pengembangan energi terbarukan yang lebih murah dari batubara. Dalam blog perusahaannya yang diterbitkan Selasa (22/11) lalu, Google juga telah memutuskan menghentikan enam rencana lainnya.

Keenam proyek itu di antaranya Google Knol, Google Search Timeline, Google Gear, Google Friend Connect, Google Bookmarks List dan Google Wave.

Penghentian proyek ini karena meningkatnya persaingan dalam jasa layanan mobile dan sosial seperti dari Apple Inc. dan Facebook. Selain itu, alasan Google menyetop berbagai proyek itu karena sejumlah pemegang saham khawatir dengan meningkatnya anggaran belanja perusahaan nomor satu mesin pencari tersebut.

"Sebagai ikhtisar, kami sedang dalam proses menghentikan sejumlah produk yang tidak berdampak bagi perusahaan. Kami berharap integrasi beberapa fitur dalam pengembangan produk dan menghentikan beberapa diantaranya menunjukkan langkah ke depan yang berbeda," tulis Senior Vice President of Operational Google Urs Holzle dalam blog tersebut.

Google mengatakan, pengembangan energi terbarukan sebaiknya dilakukan oleh institusi lain. Perusahaan ini yakin, institusi lain itu mempunyai posisi yang lebih baik dalam usaha mengembangkan energi terbarukan.

Google berambisi mengembangkan energi terbarukan sejak 2007 silam. Perusahaan ini mulai membenamkan duit untuk melakukan penelitian pengembangan energi terbarukan khususnya pada teknologi matahari.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×