kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,52   -22,62   -2.35%
  • EMAS952.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Gubernur BOJ Kuroda: Ekonomi Jepang akan terus pulih dari rasa sakit corona


Kamis, 08 Oktober 2020 / 08:53 WIB
Gubernur BOJ Kuroda: Ekonomi Jepang akan terus pulih dari rasa sakit corona
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Bank of Japan (BOJ) Governor Haruhiko Kuroda attends a news conference at the BOJ headquarters in Tokyo, Japan, September 21, 2017. To match Special Report BOJ-KURODA/ECONOMY REUTERS/Toru Hanai/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan, ekonomi mulai meningkat dan kemungkinan akan terus pulih sebagian berkat dorongan dari langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter.

Sementara harga konsumen akan turun untuk sementara waktu karena dampak dari merosotnya harga minyak, harga kemungkinan akan rebound setelahnya karena dampak pandemi pada ekonomi mereda.

"Setelah dampak pandemi virus corona mereda secara global, ekonomi Jepang kemungkinan akan terus membaik karena ekonomi luar negeri melanjutkan pertumbuhan yang stabil," kata Kuroda dalam pidato pada pertemuan kuartalan manajer cabang BOJ, Kamis (8/10).

Baca Juga: Bursa Asia sumringah Kamis (8/10) pagi, mengekor Wall Street

Pandangan optimistiis memperkuat ekspektasi pasar bahwa BOJ akan menahan peningkatan stimulus untuk saat ini dan fokus pada memompa uang ke dalam perekonomian dengan program pinjaman yang ada.

Kuroda mengatakan, meski sistem perbankan Jepang tetap stabil secara keseluruhan, kondisi pendanaan perusahaan tetap ketat.

"Kami akan memantau dampak Covid-19 dan tidak akan ragu mengambil langkah-langkah pelonggaran tambahan sesuai kebutuhan," katanya.

Asal tahu, Jepang mengalami kemerosotan ekonomi terbesar dalam catatan pada kuartal kedua karena pandemi Covid-19. Analis memperkirakan rebound akan tetap moderat karena kekhawatiran gelombang kedua dari infeksi corona yang akan berdampak membebani konsumsi.

BOJ memperluas stimulus pada bulan Maret dan April dengan meningkatkan pembelian aset dan menciptakan fasilitas pinjaman baru untuk meredakan ketegangan pendanaan perusahaan.




TERBARU

[X]
×