CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Hadapi Rusia, Ukraina Dapat Pasokan Senjata dari Denmark dan AS


Minggu, 29 Mei 2022 / 14:00 WIB
Hadapi Rusia, Ukraina Dapat Pasokan Senjata dari Denmark dan AS


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ukraina telah mulai menerima rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan Howitzer Self-Propelled dari Amerika Serikat untuk mendukung pasukan yang memerangi invasi Rusia.

"Pertahanan pantai negara kita tidak hanya akan diperkuat oleh rudal Harpoon. Mereka akan digunakan oleh tim Ukraina yang terlatih," tulis Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov di halaman Facebook-nya.

Dia mengatakan rudal pantai-ke-kapal Harpoon akan dioperasikan bersama rudal Neptunus untuk mempertahankan pantai, termasuk pelabuhan selatan Odesa.

Serhiy Bratchuk, juru bicara kantor militer regional Odesa di Ukraina selatan mengatakan dalam sebuah postingan online bahwa "begitu banyak Harpoon telah diserahkan kepada kami sehingga kami dapat menenggelamkan seluruh Armada Laut Hitam Rusia."

Baca Juga: Invasi Militer Rusia Terhadap Ukraina Picu Krisis Pangan Dunia

Bulan lalu Moskva, kapal utama armada Laut Hitam Rusia, tenggelam setelah apa yang dikatakan Ukraina sebagai serangan rudal anti-kapal. Moskow mengatakan kebakaran yang memicu ledakan amunisi.

Setelah meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Rusia memberlakukan blokade laut di pelabuhan Ukraina yang menghambat ekspor biji-bijian penting. Rusia juga menggunakan armada Laut Hitam untuk meluncurkan serangan rudal.

Reznikov mengatakan Ukraina juga telah menerima berbagai artileri berat, termasuk Howitzer Self-Propelled M109 buatan AS yang dimodifikasi yang akan memungkinkan militer Ukraina untuk menyerang target dari jarak yang lebih jauh.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina, yang bekerja untuk meningkatkan pasokan senjata, mendekati titik di mana mereka akan melebihi kemampuan Rusia secara teknologi dan dalam hal kemampuan untuk menyerang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×