kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hadapi Rusia, Ukraina Dapat Pasokan Senjata dari Denmark dan AS


Minggu, 29 Mei 2022 / 14:00 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ukraina telah mulai menerima rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan Howitzer Self-Propelled dari Amerika Serikat untuk mendukung pasukan yang memerangi invasi Rusia.

"Pertahanan pantai negara kita tidak hanya akan diperkuat oleh rudal Harpoon. Mereka akan digunakan oleh tim Ukraina yang terlatih," tulis Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov di halaman Facebook-nya.

Dia mengatakan rudal pantai-ke-kapal Harpoon akan dioperasikan bersama rudal Neptunus untuk mempertahankan pantai, termasuk pelabuhan selatan Odesa.

Serhiy Bratchuk, juru bicara kantor militer regional Odesa di Ukraina selatan mengatakan dalam sebuah postingan online bahwa "begitu banyak Harpoon telah diserahkan kepada kami sehingga kami dapat menenggelamkan seluruh Armada Laut Hitam Rusia."

Baca Juga: Invasi Militer Rusia Terhadap Ukraina Picu Krisis Pangan Dunia

Bulan lalu Moskva, kapal utama armada Laut Hitam Rusia, tenggelam setelah apa yang dikatakan Ukraina sebagai serangan rudal anti-kapal. Moskow mengatakan kebakaran yang memicu ledakan amunisi.

Setelah meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Rusia memberlakukan blokade laut di pelabuhan Ukraina yang menghambat ekspor biji-bijian penting. Rusia juga menggunakan armada Laut Hitam untuk meluncurkan serangan rudal.

Reznikov mengatakan Ukraina juga telah menerima berbagai artileri berat, termasuk Howitzer Self-Propelled M109 buatan AS yang dimodifikasi yang akan memungkinkan militer Ukraina untuk menyerang target dari jarak yang lebih jauh.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina, yang bekerja untuk meningkatkan pasokan senjata, mendekati titik di mana mereka akan melebihi kemampuan Rusia secara teknologi dan dalam hal kemampuan untuk menyerang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×