kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.977   33,00   0,18%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Hanya Tumbuh 0,4%, Laju Ekonomi China Paling Lambat sejak Pandemi Covid-19


Jumat, 15 Juli 2022 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi China di kuartal kedua tahun ini tumbuh pada laju paling lambat sejak pandemi Covid-19. REUTERS/Aly Song.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekonomi China di kuartal kedua tahun ini tumbuh pada laju paling lambat sejak pandemi Covid-19, menyoroti dampak ekonomi yang merugikan dari strategi ketat nol Covid.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh hanya 0,4% year on year antara April dan Juni, data resmi menunjukkan pada Jumat (15/7), karena penguncian di seluruh negeri menghambat produksi industri dan belanja konsumen.

Mengutip Al Jazeera, angka pertumbuhan ini terburuk sejak kuartal pertama 2020, ketika ekonomi China menyusut 6,9% setelah pihak berwenang memberlakukan penguncian terkait wabah Covid-19 pertama di Kota Wuhan.

Baca Juga: Perdana Menteri China: Ekonomi China Mulai Pulih tapi Fondasi Pemulihan Tidak Kokoh

Pertumbuhan 0,4%, jauh di bawah ekspektasi pasar, muncul di tengah peningkatan kekhawatiran bahwa dunia bisa tergelincir ke dalam resesi karena perang di Ukraina, gangguan rantai pasok, dan kenaikan suku bunga mengaburkan prospek pertumbuhan.

"Data lebih lemah dari yang diharapkan, dengan sebagian besar analis memperkirakan sekitar 1 persen," kata Carlos Casanova, Ekonom Senior untuk Asia di UBP, kepada Al Jazeera.

"Kami berada di bawah konsensus, karena kami memperkirakan penurunan sektor perumahan China akan menyeret permintaan agregat, mengurangi kemungkinan rebound konsumsi yang lebih tajam di bulan Juni," ujarnya.

Casanova memperkirakan, pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2022 akan tetap di bawah 4 persen.

Baca Juga: Properti China Ancam akan Kurangi US$ 220 Miliar Pinjaman Hipotek Bank

Meskipun kinerja keseluruhan lemah, output industri dan penjualan ritel di China mengalami rebound kuat.

Output industri pada Juni tahun ini tumbuh 3,9% dibanding bulan yang sama tahun lalu, naik dari 0,7% pada Mei, menurut data yang dirilis pada Jumat (15/7).

Sementara penjualan ritel pada Juni tahun ini tumbuh 3,1% ketimbang bulan yang sama tahun lalu, mengalahkan perkiraan ekonom dan mencatat pertumbuhan tercepat dalam empat bulan terakhir.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×