kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.870   12,00   0,07%
  • IDX 6.059   -57,37   -0,94%
  • KOMPAS100 793   -1,88   -0,24%
  • LQ45 598   -1,47   -0,25%
  • ISSI 211   -2,34   -1,10%
  • IDX30 338   -0,85   -0,25%
  • IDXHIDIV20 413   -2,25   -0,54%
  • IDX80 90   -0,19   -0,21%
  • IDXV30 111   -1,07   -0,96%
  • IDXQ30 108   -0,02   -0,02%

Harga Batubara Diprediksi Tertekan Hingga Akhir Tahun, Ini Sentimennya


Jumat, 05 September 2025 / 08:17 WIB
Harga Batubara Diprediksi Tertekan Hingga Akhir Tahun, Ini Sentimennya
ILUSTRASI. Harga batubara ditutup melemah 1,8% ke level US$ 107 per ton dan berada di level terendah sejak Oktober 2022 dan diproyeksi terus melemah hingga akhir tahun 2025


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara kembali ditutup melemah dan diprediksi terus tertekan hingga akhir tahun, seiring meningkatnya pasokan global.

Kamis (4/9/2025), harga batubara untuk kontrak pengiriman September 2025 di ICE Newcastle ditutup melemah 1,38% ke level US$ 107 per ton. Ini jadi level terendah sejak Oktober 2022.

Sementara, harga batubara untuk kontrak yang lebih ramai, pengiriman November November 2025, di ICE Newcastle ditutup melemah 0,18% ke US$ 110,9 per ton.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, hingga akhir tahun 2025, harga batubara masih akan di bawah tekanan, dipicu pasokan global yang berlebih.

Baca Juga: Cek Harga HBA dan HMA September 2025: Batubara Naik, Nikel Turun

"Produksi batubara dari negara-negara eksportir seperti Indonesia dan Australia terus meningkat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025),

Di sisi lain, Sutopo mencermati, permintaan dari konsumen utama seperti China cenderung stagnan, bahkan menurun.

Selain itu, peralihan energi sejumlah negara turut menjadi sentimen. Banyak negara beralih ke sumber energi bersih seperti gas alam cair, tenaga angin, dan surya. Misalnya, di China, Jepang, dan Korea Selatan.

"Adapun produksi listrik dari tenaga air di China juga meningkat," imbuh Sutopo.

Lebih lanjut, ia memandang terjadi penurunan permintaan batubara dari China sebagai konsumen utama.

Pasalnya, China mengalami perlambatan ekonomi dan peningkatan produksi batubara domestik. "Ini mengurangi kebutuhan impor," lanjutnya.

Dengan demikian, hingga akhir tahun, Sutopo memproyeksikan harga batubara akan berada di rentang US$ 90-110 per ton.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×