Harga batubara termal China merosot hampir 20% dari rekor tertinggi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:03 WIB Sumber: Reuters
Harga batubara termal China merosot hampir 20% dari rekor tertinggi

ILUSTRASI. Front loader mengangkut batubara ke truk di pelabuhan di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 Desember 2018. REUTERS/Stringer.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga batubara termal China turun 11% pada awal perdagangan Kamis (21/10), memperpanjang kerugian yang meningkat sejak Selasa (19/10) ketika Beijing berencana melakukan intervensi untuk meredam lonjakan harga.

Mengutip Reuters, harga batubara termal berjangka paling aktif di China turun pada pembukaan menjadi 1.587,4 yuan (US$ 248,28) per ton. Angka ini merosot hampir 20% dari rekor tertinggi 1.982 yuan per ton yang disentuh pada Selasa lalu. 

Meskipun, harga batubara termal berjangka masih naik lebih dari tiga kali lipat dibanding awal tahun ini.

Batubara kokas dan coke berjangka di Dalian Commodity juga memperpanjang kerugian. Batubara kokas jatuh 6,3% menjadi 3.311 yuan per ton dan coke turun 2,6% menjadi 4.056,5 yuan per ton pada pukul 11.30 waktu Beijing.

Baca Juga: China siap intervensi, kembalikan harga batubara ke kisaran wajar

Meskipun perubahan harga batubara baru-baru ini, biaya energi, tenaga kerja, dan lainnya yang lebih tinggi secara keseluruhan saat ini akan bertahan hingga ke konsumen akhir, menurut para ekonom dan analis.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) mengatakan pada Selasa, mereka sedang mempelajari cara-cara untuk mengintervensi harga batubara yang tinggi dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membawanya ke kisaran yang wajar.

Rencana itu NDRC ungkapakan setelah mengadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan batubara utama dan asosiasi industri China.

Hukum China mengizinkan menetapkan batas harga

Hukum China mengizinkan Dewan Negara dan pemerintah daerah untuk membatasi tingkat keuntungan serta menetapkan batas harga ketika harga barang atau jasa penting naik tajam, NDRC menyatakan. 

Baca Juga: Harga batubara turun di bawah US$ 200 per ton, ini penyebabnya!

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru