kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.148   55,00   0,30%
  • IDX 4.936   -93,80   -1,86%
  • KOMPAS100 635   -13,10   -2,02%
  • LQ45 505   -8,58   -1,67%
  • ISSI 162   -3,74   -2,25%
  • IDX30 285   -4,30   -1,49%
  • IDXHIDIV20 384   -4,62   -1,19%
  • IDX80 73   -1,38   -1,84%
  • IDXV30 107   -1,26   -1,17%
  • IDXQ30 96   -1,33   -1,37%

Harga Beras Vietnam dan Thailand Sentuh Level Tertinggi, Harga Beras India Turun


Jumat, 06 November 2026 / 09:56 WIB
Harga Beras Vietnam dan Thailand Sentuh Level Tertinggi, Harga Beras India Turun
ILUSTRASI. Harga ekspor beras di Vietnam dan Thailand naik ke level tertinggi dalam dua tahun, dipicu oleh kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. (KONTAN/Ratih Waseso)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Harga ekspor beras di Vietnam dan Thailand naik ke level tertinggi dalam dua tahun pada pekan ini, dipicu oleh kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dan tingginya permintaan. Sebaliknya, harga beras India justru melandai seiring dengan membaiknya pasokan dari panen musim baru.

Mengutip Reuters, Jumat (6/11/2026), harga beras pecah 5% asal Vietnam ditawarkan pada kisaran US$ 480 hingga US$ 490 per metrik ton, naik dari US$ 470–US$ 480 pada pekan sebelumnya, yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2024.

Para pedagang menyebutkan bahwa Filipina telah kembali melakukan pembelian beras dari Vietnam, yang turut mendongkrak harga.

Baca Juga: Bursa Saham Asia Berguguran Jumat (6/11), Kekhawatiran AI Picu Aksi Jual Global

"Namun, Filipina hanya membeli beras dengan tingkat pecah 25% dan 100%," ujar seorang pedagang yang berbasis di Kota Ho Chi Minh.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar beras pecah 5% saat ini dikirim ke Afrika.

Menurut statistik pemerintah, ekspor beras Vietnam pada bulan Oktober meningkat 37,2% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 475.000 ton. Dengan demikian, total pengiriman selama periode Januari hingga Oktober mencapai 6,83 juta ton.

Harga beras pecah 5% asal Thailand naik menjadi US$ 490–US$ 495 per ton—level tertinggi sejak Januari 2025 dan meningkat dari US$ 480 pada pekan lalu—akibat permintaan dari luar negeri serta penurunan pasokan di beberapa wilayah.

"Terdapat permintaan dari Filipina, dengan para pembeli melakukan transaksi melalui berbagai eksportir," kata seorang pedagang. 

Ia menambahkan bahwa beberapa daerah penghasil beras mengalami banjir yang menyebabkan penurunan produksi. 

Kekhawatiran mengenai El Nino dan terbatasnya ketersediaan hasil panen berikutnya hingga tahun depan terus menopang harga, ujar seorang pedagang lainnya.

Baca Juga: Pasar Saham Korea Selatan Ingin Naik Kelas, MSCI Masih Ingin Lihat Ini

Sementara itu, beras parboiled (beras yang diproses dengan cara direbus sebagian) asal India dengan tingkat kerusakan 5% ditawarkan pada kisaran harga US$ 382 hingga US$ 386 per ton minggu ini—level terendah sejak 8 Oktober dan turun dibandingkan kisaran US$ 387 hingga US$ 392 pada minggu sebelumnya. Beras putih India dengan tingkat kerusakan 5% dibanderol seharga US$ 389 hingga US$ 393 per ton.

Pasokan gabah dari musim panen baru mulai meningkat di negara-negara bagian utara, yang membantu memenuhi permintaan ekspor yang kuat dari negara-negara Afrika Barat, ungkap seorang eksportir yang berbasis di Kolkata.

Di Bangladesh, harga beras tetap tinggi meskipun pasokan di pasar mencukupi. Para pedagang menyebutkan bahwa tingginya harga tersebut disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi dan transportasi, menyusul kenaikan harga bahan bakar.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×