CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Harga Emas Naik 1% Selasa (21/7), Harapan Diplomasi AS-Iran Redakan Reli Harga Minyak


Selasa, 21 Juli 2026 / 15:30 WIB
Harga Emas Naik 1% Selasa (21/7), Harapan Diplomasi AS-Iran Redakan Reli Harga Minyak
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (21/7/2026), seiring investor mencermati upaya diplomasi untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi menekan risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 4.071,59 per ons troi pada pukul 07.50 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,5% ke US$ 4.076,00 per ons troi.

Baca Juga: Bursa Asia Bangkit, Saham Thailand Sentuh Level Tertinggi Lebih dari Tiga Tahun

Kepala Global Macro Tastylive Ilya Spivak mengatakan, harga emas tampaknya sedang membentuk area penopang (support) di sekitar level US$ 4.000 per ons troi sebelum kembali mencoba melanjutkan tren kenaikan.

"Emas tampaknya berusaha membangun pijakan di sekitar level US$ 4.000 dan kemudian mencoba melanjutkan kenaikannya dari sana," ujar Spivak.

Ia menambahkan bahwa perkembangan konflik di Timur Tengah masih memengaruhi pasar, meskipun dampaknya terhadap sentimen investor mulai berkurang dibandingkan sebelumnya.

Di saat yang sama, harga minyak melemah setelah pelaku pasar menimbang laporan mengenai upaya mediasi antara AS dan Iran, meskipun kedua negara masih saling melancarkan serangan dan kelompok Houthi di Yaman mengancam melakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Baca Juga: Indeks KOSPI Rebound: Ditutup Melonjak 3,6% Usai Anjlok 10% di Dua Sesi Sebelumnya

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal gencatan senjata selama 10 hari dari para mediator. Usulan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.

Sebelumnya, eskalasi konflik mendorong harga minyak menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada Senin (20/7), sehingga memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong sejumlah pejabat AS menyuarakan perlunya kenaikan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Baca Juga: Menlu ASEAN Bertemu, Suarakan Keprihatinan Atas Konflik di Timur Tengah

Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 64% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada September.

Selain emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot melonjak 4,5% menjadi US$ 58,96 per ons troi, platinum naik 2,3% ke US$ 1.630,21 per ons troi, sedangkan paladium bertambah 2,8% menjadi US$ 1.288,02 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×