Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (18/6/2026), setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya harga minyak menyusul tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Rupiah Memimpin Pelemahan Mata Uang Asia Kamis (18/6), Ambles ke Rp 17.865 per Dolar
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,4% menjadi US$ 4.316,42 per ons troi pada pukul 02.42 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat turun 1,7% pada perdagangan Rabu (17/6).
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 1% menjadi US$ 4.336,70 per ons troi.
Analis Senior Pasar OANDA Kelvin Wong menilai, penguatan emas saat ini dipicu oleh aksi penutupan posisi jual (short covering) setelah penurunan tajam sehari sebelumnya.
“Penutupan posisi jual terjadi setelah penurunan tajam kemarin. Pemicunya adalah sentimen positif dari Timur Tengah yang membuat harga minyak turun,” ujar Wong.
AS dan Iran pada Rabu merilis teks kesepakatan sementara yang berisi 14 poin. Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu selama 60 hari guna membuka ruang negosiasi menuju perjanjian damai permanen.
Baca Juga: IPO China Resources New Energy Kumpulkan US$ 3,6 miliar, IPO Terbesar di Shenzhen
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan militer dapat kembali dilakukan jika Iran dianggap melanggar komitmen dalam perjanjian tersebut.
Harga minyak yang melemah setelah pengumuman kesepakatan tersebut turut meredakan kekhawatiran inflasi.
Sebelumnya, harga minyak sempat menguat setelah Trump menyatakan kemungkinan melanjutkan kampanye militer jika Iran tidak mematuhi kesepakatan.
Secara umum, harga minyak yang tinggi dapat memicu tekanan inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Baca Juga: Indeks KOSPI Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Chip Pimpin Reli Bursa Korea Selatan
Wong memperkirakan ruang kenaikan harga emas masih akan terbatas karena pasar kini semakin memperhitungkan kemungkinan bank sentral AS (The Fed) kembali menaikkan suku bunga.
“Saya memperkirakan kenaikan harga emas akan relatif terbatas karena pelaku pasar kini menilai peluang dimulainya kembali siklus kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve semakin besar,” kata Wong.
The Fed pada Rabu memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%. Namun, proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS memperkirakan kenaikan suku bunga masih diperlukan pada tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember kini mencapai 85%, meningkat dari 61% sebelum keputusan The Fed diumumkan.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,8% menjadi US$ 69,18 per ons troi. Harga platinum menguat 1,2% menjadi US$ 1.757,53 per ons troi, sedangkan paladium naik 1,3% menjadi US$ 1.329,99 per ons troi.













