kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.857   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.423   -26,90   -0,42%
  • KOMPAS100 829   -2,13   -0,26%
  • LQ45 630   -0,78   -0,12%
  • ISSI 226   -1,31   -0,58%
  • IDX30 353   0,04   0,01%
  • IDXHIDIV20 429   0,24   0,06%
  • IDX80 95   -0,21   -0,22%
  • IDXV30 119   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,02%

UEA Deteksi Dua Rudal Balistik dari Iran, Aktivitas Perdagangan Dihentikan


Rabu, 19 Agustus 2026 / 10:33 WIB
UEA Deteksi Dua Rudal Balistik dari Iran, Aktivitas Perdagangan Dihentikan
ILUSTRASI. Krisis Timur Tengah - Rudal Iran (via REUTERS/IRANIAN STATE TV)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - DUBAI. Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan telah mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Insiden ini menjadi laporan pertama sejak serangan pada 4 Mei 2026 terhadap pelabuhan Fujairah.

Mengutip Reuters, Selasa (18/8/2026), Kementerian Pertahanan UEA menyebut kedua rudal tersebut terdeteksi dan berdasarkan penilaian pihaknya ditujukan ke lalu lintas maritim. Kedua rudal akhirnya jatuh ke laut.

Baca Juga: Menlu Korsel: Seoul Tak Tahu Rencana Trump Pangkas Latihan Militer AS-Korsel

Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Rabu (19/8) menyebut, pernyataan UEA mengenai peluncuran rudal tersebut sebagai tuduhan yang "tidak berdasar".

Setelah ancaman rudal tersebut, UEA menyatakan menghentikan sementara seluruh aktivitas perdagangan, pertukaran komersial dan transaksi keuangan dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah UEA mengatakan keputusan tersebut diambil karena eskalasi konflik dinilai dapat mengancam perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.

Ketegangan Selat Hormuz Meningkat

Insiden ini terjadi setelah batas waktu 60 hari untuk perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran berakhir pada Senin tanpa tercapainya terobosan berarti.

Kegagalan negosiasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi baru konflik yang telah mengganggu aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz sejak Februari.

Baca Juga: Trump Bantah Ada Negosiasi dengan Iran, Ketegangan Selat Hormuz Memanas

"Kementerian Pertahanan menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi segala ancaman dan dengan tegas menghadapi segala sesuatu yang bertujuan mengganggu keamanan negara," kata Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya.

Kementerian Dalam Negeri UEA sebelumnya mengirimkan peringatan melalui telepon kepada warga terkait ancaman rudal.

Namun, setelah situasi dinyatakan aman, masyarakat diminta kembali menjalankan aktivitas normal.

UEA sebelumnya juga menuduh Iran menyerang kapal milik perusahaan energi negara, ADNOC, ketika kapal-kapal tersebut melintasi Selat Hormuz.

Iran belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal ADNOC tersebut.

Namun, Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz jika kapal tersebut dianggap terkait dengan negara-negara yang menjadi lawan Iran atau tidak mematuhi instruksi Teheran.

Baca Juga: Trump Tunda Tarif 50% Kanada, AS Klaim Telah Capai Kesepakatan

Eskalasi terbaru ini menjadi perhatian pasar energi global karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dan gas dunia.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi menghambat pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×