kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.845   56,00   0,31%
  • IDX 6.148   -72,81   -1,17%
  • KOMPAS100 814   -10,94   -1,33%
  • LQ45 614   -10,85   -1,74%
  • ISSI 210   -2,24   -1,05%
  • IDX30 348   -6,82   -1,92%
  • IDXHIDIV20 427   -9,46   -2,17%
  • IDX80 92   -1,37   -1,46%
  • IDXV30 114   -1,14   -0,98%
  • IDXQ30 112   -2,74   -2,40%

Rupiah Memimpin Pelemahan Mata Uang Asia Kamis (18/6), Ambles ke Rp 17.865 per Dolar


Kamis, 18 Juni 2026 / 09:47 WIB
Rupiah Memimpin Pelemahan Mata Uang Asia Kamis (18/6), Ambles ke Rp 17.865 per Dolar
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY-CURRENCY (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia pada perdagangan Kamis (18/6/2026) pagi, seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini.

Berdasarkan data Reuters hingga pukul 02.08 GMT, rupiah berada di level Rp 17.865 per dolar AS, melemah 0,76% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.730 per dolar AS.

Baca Juga: Indeks KOSPI Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Chip Pimpin Reli Bursa Korea Selatan

Pelemahan rupiah menjadi yang terbesar di antara mata uang utama Asia. Di belakang rupiah, won Korea Selatan melemah 0,61%, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,49% terhadap dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak lebih stabil. Peso Filipina melemah 0,23%, yen Jepang turun tipis 0,01%, dan yuan China terkoreksi 0,03%.

Di sisi lain, dolar Singapura menguat 0,08%, baht Thailand naik 0,14%, dan dolar Taiwan menguat 0,02%.

Rupiah Juga Terburuk Sepanjang 2026

Jika dihitung sejak awal tahun (year to date/YTD), rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

Nilai tukar rupiah telah melemah 6,69% dibandingkan posisi akhir 2025 di level Rp 16.670 per dolar AS.

Pelemahan ini lebih dalam dibandingkan won Korea Selatan yang turun 5,59%, rupee India yang melemah 4,92%, dan baht Thailand yang terkoreksi 3,69%.

Baca Juga: Indeks KOSPI Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Chip Pimpin Reli Bursa Korea Selatan

Sebaliknya, yuan China justru menguat 3,29% terhadap dolar AS sejak awal tahun, menjadi salah satu mata uang Asia dengan performa terbaik.

Penguatan dolar AS terjadi setelah hasil rapat Federal Reserve menunjukkan nada yang lebih hawkish.

The Fed memang mempertahankan suku bunga acuannya, namun proyeksi terbaru menunjukkan hampir separuh pejabat bank sentral AS memperkirakan kenaikan suku bunga masih diperlukan hingga akhir tahun untuk mengendalikan inflasi.

Kondisi tersebut mendorong aliran dana menuju aset-aset berbasis dolar AS dan memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×