Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas melonjak lebih dari 2% pada Rabu (6/5/2026), didorong pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 2,4% menjadi US$4.667,39 per ons pada pukul 06.32 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 28 April.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 2,4% ke US$4.678,20 per ons.
Baca Juga: Reli Harga Minyak Sawit Diproyeksi Berlanjut Seiring Kenaikan Permintaan Biodiesel
Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, seiring adanya kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan bahwa operasi militer “Epic Fury” telah berakhir dan pemerintah AS tidak menginginkan eskalasi lanjutan.
Analis pasar OANDA Kelvin Wong mengatakan, kenaikan emas terjadi seiring meredanya premi risiko geopolitik, setelah AS mengonfirmasi bahwa gencatan senjata yang rapuh dengan Iran masih bertahan meski sempat terjadi bentrokan.
Namun, ia mengingatkan bahwa jika ketegangan kembali meningkat, harga emas berpotensi mengalami aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Didukung Pelemahan Dolar dan Harapan Perdamaian Timur Tengah
Pelemahan dolar AS turut mendukung penguatan emas, karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah turut meredakan kekhawatiran inflasi. Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi justru dapat mengurangi daya tariknya karena meningkatkan imbal hasil aset lain.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data tenaga kerja AS (non-farm payrolls) akhir pekan ini, yang akan menjadi indikator penting untuk arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Dalam catatannya, ANZ menyebut faktor seperti risiko perlambatan ekonomi, ketidakpastian geopolitik, volatilitas mata uang, serta potensi pelemahan pasar saham akan terus menopang peran emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Pasca Trump Isyaratkan Kemungkinan Kesepakatan Damai dengan Iran
Selain emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak naik 4,2% menjadi US$75,84 per ons, platinum menguat 2,6% ke US$2.002,75, dan paladium naik 2,5% ke US$1.522,93 per ons.












