kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

UPDATE: Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah 5 Pekan Selasa (5/5)


Selasa, 05 Mei 2026 / 14:01 WIB
UPDATE: Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah 5 Pekan Selasa (5/5)
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam lima pekan pada sesi sebelumnya.

Namun, kenaikan tersebut masih terbatas seiring kekhawatiran inflasi yang tetap tinggi akibat lonjakan harga energi.

Melansir Reuters berdasarkan perdagangan terkini, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.543,33 per ons, setelah sehari sebelumnya anjlok lebih dari 2%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,4% ke level US$4.553,10 per ons.

Baca Juga: UPDATE: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (5/5), Brent ke US$113,93

Analis Tastylive Ilya Spivak mengatakan, pergerakan emas saat ini masih dalam fase penyesuaian setelah tekanan yang muncul dari dinamika pasar terkait konflik geopolitik.

“Pasar terlihat sedang mencerna kembali pergerakan sebelumnya setelah ‘war trade’ sempat menekan harga emas,” ujarnya.

Meski demikian, kenaikan emas tertahan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dipicu oleh reli harga minyak mentah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran turut menjaga harga minyak tetap tinggi, dengan Brent masih bertahan di atas US$113 per barel.

Konflik tersebut juga melibatkan serangan militer, termasuk penghancuran kapal kecil dan pencegatan rudal oleh militer AS.

Baca Juga: China Balas AS, Gunakan UU Anti-Sanksi untuk Lindungi Kilang Minyak

Penguatan dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga menekan permintaan.

Di sisi lain, kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi, yang berpotensi mendorong suku bunga tetap tinggi.

Padahal, emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, dalam kondisi suku bunga tinggi, aset berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini semakin mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini. Bahkan, pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada 2027.

Baca Juga: Intel dan Samsung Masuk Radar Apple untuk Chip iPhone, Dominasi TSMC Terancam?

Fokus investor selanjutnya tertuju pada sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk data lowongan kerja, laporan tenaga kerja ADP, serta data payroll nonfarm April, yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.

Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,4% menjadi US$73 per ons, platinum melonjak 1,4% ke US$1.971,86, dan paladium menguat 1,1% ke US$1.495,43 per ons.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×