Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam lima pekan pada sesi sebelumnya.
Namun, kenaikan tersebut masih terbatas seiring kekhawatiran inflasi yang tetap tinggi akibat lonjakan harga energi.
Melansir Reuters berdasarkan perdagangan terkini, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.543,33 per ons, setelah sehari sebelumnya anjlok lebih dari 2%.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,4% ke level US$4.553,10 per ons.
Baca Juga: UPDATE: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (5/5), Brent ke US$113,93
Analis Tastylive Ilya Spivak mengatakan, pergerakan emas saat ini masih dalam fase penyesuaian setelah tekanan yang muncul dari dinamika pasar terkait konflik geopolitik.
“Pasar terlihat sedang mencerna kembali pergerakan sebelumnya setelah ‘war trade’ sempat menekan harga emas,” ujarnya.
Meski demikian, kenaikan emas tertahan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dipicu oleh reli harga minyak mentah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Ketegangan di kawasan Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran turut menjaga harga minyak tetap tinggi, dengan Brent masih bertahan di atas US$113 per barel.
Konflik tersebut juga melibatkan serangan militer, termasuk penghancuran kapal kecil dan pencegatan rudal oleh militer AS.
Baca Juga: China Balas AS, Gunakan UU Anti-Sanksi untuk Lindungi Kilang Minyak
Penguatan dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga menekan permintaan.
Di sisi lain, kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi, yang berpotensi mendorong suku bunga tetap tinggi.
Padahal, emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, dalam kondisi suku bunga tinggi, aset berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini semakin mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini. Bahkan, pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada 2027.
Baca Juga: Intel dan Samsung Masuk Radar Apple untuk Chip iPhone, Dominasi TSMC Terancam?
Fokus investor selanjutnya tertuju pada sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk data lowongan kerja, laporan tenaga kerja ADP, serta data payroll nonfarm April, yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,4% menjadi US$73 per ons, platinum melonjak 1,4% ke US$1.971,86, dan paladium menguat 1,1% ke US$1.495,43 per ons.













