Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis (30/4/2026), bangkit dari level terendah dalam satu bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, meskipun tekanan dari tingginya harga minyak masih membayangi prospek inflasi dan suku bunga.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.566,73 per ons pada pukul 01.05 GMT, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak 31 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,4% menjadi US$4.578,50 per ons.
Baca Juga: Kebijakan Moneter: The Fed dan UEA Kompak Tahan Bunga, Ini Alasannya!
Dolar Melemah, Emas Lebih Menarik
Pelemahan dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent masih bertahan di atas US$119 per barel.
Kondisi ini dipicu kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan.
Baca Juga: Laba Samsung Melonjak 8 Kali Lipat di Kuartal I 2026, Didorong Lonjakan Permintaan AI
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Masih Membayangi
Tingginya harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama (higher for longer).
Sebelumnya, bank sentral AS menahan suku bunga acuan dalam keputusan terbaru, namun dengan perpecahan internal terbesar sejak 1992 dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain itu, proses transisi kepemimpinan bank sentral AS juga menjadi perhatian pasar, setelah kandidat Ketua The Fed berikutnya mulai melewati tahapan penting di Senat.
Baca Juga: Bank Sentral Kanada Putuskan Menahan Bunga Acuan di Tengah Kenaikan Inflasi
Permintaan Emas Global Meningkat
Dari sisi fundamental, permintaan emas global pada kuartal I-2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi 1.230,9 metrik ton, menurut World Gold Council.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pembelian emas batangan dan koin, serta peningkatan pembelian oleh bank sentral sebesar 3%.
Kenaikan tersebut berhasil mengimbangi penurunan permintaan perhiasan yang turun 23%.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Menguat Kamis (30/4) Pagi: Brent ke US$119,94 & WTI ke US$107,51
Logam Mulia Lainnya Ikut Menguat
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat: perak naik 1% menjadi US$72,18 per ons, platinum menguat 1,7% ke US$1.911, dan palladium naik 0,9% menjadi US$1.470,40.
Dengan kombinasi pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran inflasi, harga emas diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam waktu dekat.













