Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia turun ke level terendah dalam hampir satu pekan pada perdagangan Senin, tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta lonjakan harga minyak menyusul gagalnya pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Emas spot tercatat melemah 0,7% ke level US$ 4.716,70 per ons pada pukul 11.45 WIB, menjadi posisi terendah sejak 7 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 1% ke US$ 4.738,90 per ons.
Penguatan dolar AS sebesar 0,4% turut membebani harga emas. Di saat yang sama, harga minyak kembali melonjak menembus US$100 per barel setelah Angkatan Laut AS bersiap memblokade Selat Hormuz, yang berpotensi menghambat ekspor minyak Iran. Langkah ini diambil setelah kegagalan negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Senin (13/4) Pagi, Tertekan Dolar AS
Pasukan Garda Revolusi Iran merespons dengan memperingatkan bahwa kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.
Analis pasar utama KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan bahwa optimisme terhadap gencatan senjata memudar setelah gagalnya pembicaraan damai. “Kenaikan dolar dan harga minyak kembali menekan emas,” ujarnya.
Sejak konflik antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas telah turun lebih dari 11%. Meski inflasi dan risiko geopolitik biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, tingkat suku bunga yang tinggi justru menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Selain itu, penguatan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Waterer menambahkan, ketika harga minyak kembali menembus US$ 100 per barel, perhatian pasar langsung beralih pada kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral untuk menekan inflasi. “Prospek suku bunga inilah yang melemahkan kinerja emas,” katanya.
Pelaku pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve semakin kecil tahun ini, karena lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih luas dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Sebelumnya, sebelum konflik di Timur Tengah pecah, pasar memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga tahun ini.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 2% menjadi US$ 74,35 per ons, platinum melemah 0,2% ke US$ 2.041,40, sementara paladium justru naik 0,7% ke US$ 1.530,80 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Cetak Kenaikan Mingguan, Gencatan Senjata AS-Iran Menjadi Fokus













