kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.147   54,00   0,30%
  • IDX 4.947   -83,67   -1,66%
  • KOMPAS100 637   -11,16   -1,72%
  • LQ45 507   -6,68   -1,30%
  • ISSI 162   -3,54   -2,13%
  • IDX30 286   -3,38   -1,17%
  • IDXHIDIV20 385   -3,52   -0,91%
  • IDX80 74   -1,19   -1,59%
  • IDXV30 107   -1,15   -1,07%
  • IDXQ30 96   -1,02   -1,05%

Pasar Saham Korea Selatan Ingin Naik Kelas, MSCI Masih Ingin Lihat Ini


Jumat, 06 November 2026 / 09:36 WIB
Pasar Saham Korea Selatan Ingin Naik Kelas, MSCI Masih Ingin Lihat Ini
ILUSTRASI. Bursa saham Korea Selatan ingin naik kelas masuk ke pasar negara maju (developed market) versi Morgan Stanley Capital International (MSCI). (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ingin naik kelas masuk ke pasar negara maju (developed market) versi Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Saat ini, MSCI menempatkan pasar saham Korea Selatan di kategori pasar negara berkembang alias emerging market. 

Chairman sekaligus CEO MSCI Henry Fernandez mengatakan, MSCI perlu melihat perubahan regulasi Korea Selatan yang ditujukan untuk peningkatan status menjadi pasar maju (developed market), benar-benar diterapkan dalam praktik.

"Saya melihat kemajuan yang telah dicapai terkait aturan, regulasi, dan sebagainya. Namun, kami perlu melihat hal tersebut dalam praktiknya," ujar Fernandez dalam sebuah konferensi di Seoul, Jumat (6/11/2026), seperti dikutip Reuters. 

Baca Juga: Indeks Kospi Anjlok 8,6% Jumat (6/11), Korea Selatan Aktifkan Circuit Breaker

Untuk mempercepat prosesnya, Fernandez menyarankan otoritas bursa Korea Selatan untuk bekerja sama guna mendorong semua pihak mencapai target tersebut.

Peningkatan status dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar maju merupakan salah satu janji kebijakan utama Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

Sejak menjabat pada Juni 2025, pemerintahannya telah meluncurkan berbagai reformasi pasar dan langkah perpajakan untuk memacu pasar saham domestik.

Korea Selatan juga membuka pasar mata uangnya pada bulan Juli untuk memungkinkan perdagangan selama 24 jam, sebagai upaya untuk meraih peningkatan status tersebut.

Otoritas regulasi Korea Selatan juga tengah mempertimbangkan langkah-langkah lain untuk mengatasi diskon harga saham lokal dibandingkan dengan pasar global.

Langkah-langkah ini mencakup perluasan kewajiban pelaporan perusahaan dalam bahasa Inggris, mendorong perusahaan untuk meningkatkan dividen.

Serta mengumumkan secara terbuka nama-nama perusahaan yang memiliki rasio harga terhadap nilai buku (price-to-book ratio) sangat rendah.

Baca Juga: Bursa China dan Hong Kong Anjlok, Saham AI Tertekan hingga 7%


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×