kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.793   28,00   0,16%
  • IDX 6.590   -10,37   -0,16%
  • KOMPAS100 858   -5,29   -0,61%
  • LQ45 652   -2,90   -0,44%
  • ISSI 229   -0,51   -0,22%
  • IDX30 365   -1,67   -0,46%
  • IDXHIDIV20 451   -0,56   -0,12%
  • IDX80 98   -0,59   -0,60%
  • IDXV30 124   -0,75   -0,60%
  • IDXQ30 116   -0,36   -0,31%

Bursa Korea Selatan Anjlok 3,13% di Tengah Eskalasi Perang AS-Iran


Rabu, 02 September 2026 / 09:45 WIB
Bursa Korea Selatan Anjlok 3,13% di Tengah Eskalasi Perang AS-Iran
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kopsi Korea Selatan (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan merosot lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Pelemahan terjadi seiring kenaikan imbal hasil obligasi global dan eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran investor.

Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI turun 214,27 poin atau 3,13% menjadi 6.621,53 pada pukul 01.58 GMT atau sekitar 08.58 WIB.

Baca Juga: Won Korea Menguat Rabu (2/9), Rupiah dan Peso Tertekan terhadap Dolar AS

Tekanan terhadap pasar saham Korea Selatan terjadi ketika aksi jual di pasar obligasi global semakin dalam dan harga minyak mentah melonjak.

Investor juga semakin pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya solusi dalam waktu dekat untuk mengakhiri konflik AS dan Israel dengan Iran.

AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran pada Selasa (1/9). Iran kemudian melakukan serangan balasan.

Pertukaran serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir dan telah mendorong harga energi global lebih tinggi.

"Kepekaan negatif terhadap variabel makroekonomi, seperti harga minyak dan imbal hasil obligasi, telah meningkat," kata Han Ji-young, analis Kiwoom Securities.

Tekanan pasar saham Korea Selatan juga terjadi setelah data inflasi konsumen menunjukkan kenaikan pada Agustus.

Inflasi meningkat akibat efek basis rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun angkanya masih berada di bawah ekspektasi pasar.

Baca Juga: Militer AS Selesaikan Gelombang Serangan Terbaru ke Iran

Saham Unggulan Berguguran

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama KOSPI.

Saham Samsung Electronics turun 3,26%, sedangkan saham produsen chip SK Hynix merosot 3,72%.

Saham perusahaan baterai LG Energy Solution juga anjlok 3,81%.

Tekanan lebih besar terjadi pada sektor otomotif. Saham Hyundai Motor turun 5,24%, sementara Kia Corp merosot 5,26%.

Saham POSCO Holdings, perusahaan produsen baja, melemah 2,93%. Sementara itu, saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 1,64%.

Dari total 907 saham yang diperdagangkan, sebanyak 150 saham menguat dan 731 saham melemah.

Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih saham Korea Selatan senilai 890,2 miliar won atau sekitar US$ 649,8 juta.

Baca Juga: Gaji John Ternus Jadi CEO Apple Capai Rp1 Triliun, Ini Rinciannya

Won Menguat, Yield Obligasi Naik

Berbeda dengan pasar saham, won Korea Selatan justru menguat terhadap dolar AS. Won berada di level 1.370,2 per dolar AS di pasar domestik, menguat 0,35% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.375,0.

Namun, pasar obligasi Korea Selatan kembali berada di bawah tekanan. Kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September turun 0,14 poin menjadi 102,99.

Yield obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling likuid naik 2,9 basis poin menjadi 3,920%.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah Korea Selatan tenor 10 tahun naik 5 basis poin menjadi 4,421%.

Kenaikan yield obligasi mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi dan prospek suku bunga, terutama di tengah lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×