kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Emas Anjlok 2%! Ketegangan AS-Iran dan Dolar Jadi Pemicu


Senin, 04 Mei 2026 / 23:00 WIB
Harga Emas Anjlok 2%! Ketegangan AS-Iran dan Dolar Jadi Pemicu
ILUSTRASI. Inflasi Jateng pada April 2026 (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia turun hampir 2% pada perdagangan Senin (4/5/2026). Harga emas tertekan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memperkuat kekhawatiran inflasi.

Harga emas spot tercatat turun 1,9% menjadi US$ 4.526,88 per ons troi pada pukul 22.26 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 2,3% ke level US$ 4.537,90.

Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, mengatakan perkembangan terbaru memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan memberikan sinyal kebijakan suku bunga yang cenderung ketat.

Baca Juga: Harga Emas Melemah, Bayang Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar

“Berita terbaru tidak memberikan keyakinan bahwa situasi akan membaik, dan kembali memunculkan kekhawatiran inflasi serta sinyal hawkish terkait suku bunga,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah terjadi kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah, Uni Emirat Arab, yang disebut otoritas setempat sebagai dampak serangan drone dari Iran. Di sisi lain, militer AS menyatakan dua kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS telah memasuki Teluk untuk merespons dugaan blokade oleh Iran.

Situasi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah acuan Brent lebih dari 5%. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berbasis dolar, termasuk emas, menjadi lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain.

Kenaikan harga energi juga memperparah kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Barclays menjadi salah satu lembaga keuangan yang memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve tahun ini. Pekan lalu, bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga dalam keputusan yang disebut paling terpecah sejak 1992, di tengah kekhawatiran kenaikan harga energi.

Baca Juga: UPDATE: Harga Emas Dunia Turun Tipis ke US$4.588,71 pada Senin (4/5)

Pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, termasuk data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, dan laporan payroll April.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Melek menilai level dukungan kuat emas berada di sekitar US$ 4.200 per ons. Namun, ketidakpastian dan potensi kenaikan suku bunga dapat mendorong sebagian investor keluar dari pasar dalam jangka pendek.

Di pasar logam lainnya, harga perak turun 2,9% menjadi US$ 73,12 per ons, platinum melemah 2,1% ke US$ 1.947,05, dan paladium merosot 3,5% menjadi US$ 1.471,50.


Tag


TERBARU

[X]
×