Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas melonjak ke rekor tertinggi, karena investor berbondong-bondong ke aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif baru 25% pada impor baja dan aluminium. Hal tersebut memicu kekhawatiran atas potensi perang dagang dan inflasi.
Selasa (11/2) pukul 10.15 WIB, harga emas spot naik 1,1% ke level US$ 2.939,80 per ons, setelah sempat capai rekor tertinggi di US$ 2.942,70 per ons troi di awal sesi.
Sejalan, harga emas berjangka juga menguat 1,1% menjadi US$ 2.966 per ons troi.
Sentimen utama bagi emas datang setelah Trump menaikkan tarif impor baja dan aluminium secara substansial menjadi 25% "tanpa pengecualian atau pembebasan" dalam sebuah langkah untuk membantu industri yang sedang berjuang tetapi yang meningkatkan risiko perang dagang multi-front.
Emas telah mencapai rekor tertinggi kedelapan sejauh tahun ini, didorong oleh ancaman tarif Trump, yang telah memicu ketidakpastian pertumbuhan global, kekhawatiran perang dagang, dan tekanan inflasi.
Emas batangan secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai selama ketidakstabilan politik dan ekonomi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini (11/2), Cetak Rekor Tertinggi
"Risiko perang dagang global memberi tekanan pada perdagangan emas batangan fisik dan mendorong pasar keuangan untuk mendapatkan eksposur ke emas sebagai bagian dari apa yang secara umum dapat digambarkan sebagai tema de-dolarisasi," kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan, Capital.com.
"Pembeli tampaknya agak tidak peka terhadap harga karena para pedagang melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mengirim emas ke AS guna menghindari potensi tarif yang dikenakan pada logam tersebut."
Kekhawatiran atas rencana tarif impor terwujud dalam emas berjangka AS, dengan kontrak-kontrak utama diperdagangkan dengan premi terhadap harga spot, saat ini sekitar US$ 26.
Ancaman tersebut telah memicu demam emas lainnya, mendorong logam safe haven ke ketinggian baru dan membawa tonggak gemilang US$ 3.000 ke depan mata.
Tarif dapat memperburuk inflasi AS, dengan investor menunggu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada hari Rabu dan data Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres pada hari Selasa dan Rabu.
Selain emas, harga komoditas logam mulia lainnya juga naik. Di mana, harga perak spot menguat 0,4% menjadi US$ 32,16 per ons troi.
Baca Juga: Harga Emas Tembus US$2.900 untuk Pertama Kalinya, Saat Trump Ancam Tarif Baru
"Meskipun kekhawatiran tarif dapat mendukung harga perak, kenaikan dapat dibatasi oleh penurunan permintaan industri dalam menghadapi tarif Trump," kata analis riset senior FXTM Lukman Otunuga.
Sedangkan Harga palladium menguat 0,4% ke US$ 986,97 per ons troi dan Harga platinum turun 0,4% ke US$ 989,50 per ons troi.