Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas turun pada Kamis karena investor bersiap menghadapi kemungkinan aksi jual kontrak berjangka sehubungan dengan penyesuaian tahunan indeks komoditas. Penguatan dolar Amerika Serikat menambah tekanan pada logam mulia tersebut.
Emas spot turun sekitar 0,6% ke level sekitar US$ 4.427 per ounce hingga pukul 16.21 WIB, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga turun sekitar 0,6%.
Investor cenderung berhati‑hati menjelang data non‑farm payrolls AS yang akan dirilis. Data ini menjadi indikator penting mengenai pasar kerja yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga: Investor Ambil Untung, Harga Emas Memudar
Analis menyebutkan aktivitas rebalancing indeks komoditas Bloomberg yang berlangsung setiap Januari dapat memicu aksi jual kontrak emas dan perak bernilai miliaran dolar untuk menyesuaikan bobot komponen di dalam indeks tersebut.
Selain itu, dolar AS yang berada di dekat level tertinggi satu bulan membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga permintaan melemah dan harga tertekan.
Logam mulia lain juga mengalami tekanan harga. Perak spot turun lebih tajam sekitar 3,1%, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi pada akhir Desember. Platinum turun sekitar 4,2%, sementara palladium melemah sekitar 4,4%.
HSBC memproyeksikan bahwa harga emas bisa mencapai US$ 5.000 per ounce pada paruh pertama 2026 akibat risiko geopolitik dan kenaikan utang fiskal, dan memprediksi perak akan bergerak antara US$ 58–US$ 88 per ounce sepanjang tahun 2026, meski berpotensi ada koreksi pasar di kemudian hari.













