Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat tipis pada perdagangan Kamis, didorong oleh pelemahan dolar AS serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat dan perkembangan terbaru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$5.192,28 per ons pada pukul 05.00 GMT. Logam mulia tersebut sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Selasa.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April justru turun 0,3% menjadi US$5.208,80 per ons.
Christopher Wong, analis strategi dari OCBC, menilai pergerakan harga emas saat ini mencerminkan penyesuaian ulang pasar terhadap ketidakpastian kebijakan tarif baru, risiko geopolitik, serta pelemahan dolar AS.
Baca Juga: Emas Menguat Tipis Ditopang Dolar Melemah Kamis (26/2), Cermati Perundingan AS-Iran
Menurutnya, konsolidasi dua arah masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek seiring pasar mencerna perkembangan geopolitik, pergerakan dolar, kejutan tarif, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Pelemahan Dolar dan Dampak Nvidia
Dolar AS memulai perdagangan dalam posisi melemah, dipengaruhi oleh laporan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan dari Nvidia, yang turut meningkatkan kepercayaan investor.
Pelemahan greenback membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan daya tariknya.
Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengungkapkan bahwa tarif impor untuk sejumlah negara akan meningkat menjadi 15% atau lebih, dari tarif baru sebesar 10% yang telah diberlakukan sebelumnya. Namun, ia tidak merinci negara mitra dagang yang terdampak.
Ekspektasi Suku Bunga dan Data Tenaga Kerja
Pelaku pasar saat ini memperkirakan adanya tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin oleh The Fed sepanjang tahun ini, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Investor juga menanti rilis data klaim pengangguran mingguan yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Baca Juga: Harga Emas Naik, Risiko Tarif dan Geopolitik Memicu Permintaan Aset Safe Haven
Faktor geopolitik turut menjadi perhatian, dengan AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan di Jenewa pada Kamis. Dialog ini bertujuan menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung lama serta mencegah potensi serangan militer baru di tengah peningkatan kekuatan militer di kawasan.
Logam Mulia Lain Bergerak Variatif
Sementara itu, Deutsche Bank mencatat kinerja logam putih kembali melampaui emas. Bank tersebut mempertahankan proyeksi harga perak di level US$100 per ons pada akhir tahun, dengan asumsi rasio emas-perak berada di kisaran 60.
Harga perak spot turun tipis 0,1% menjadi US$89,29 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan pada perdagangan sebelumnya.
Adapun platinum naik 0,3% menjadi US$2.292,83 per ons, sementara palladium melemah 0,2% ke posisi US$1.791,79 per ons. Kedua logam ini juga sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan pada sesi sebelumnya.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)