kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Iran Tolak Mentah-Mentah Tawaran Gencatan Senjata AS selama 48 Jam


Sabtu, 04 April 2026 / 09:49 WIB
Iran Tolak Mentah-Mentah Tawaran Gencatan Senjata AS selama 48 Jam
ILUSTRASI. Proposal gencatan senjata 48 jam dari AS ditolak Iran, sementara dua jet tempur AS ditembak jatuh. (REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat bahwa Teheran telah menolak usulan Amerika Serikat untuk gencatan senjata selama 48 jam.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa proposal itu diajukan pada Rabu melalui negara lain, namun negara tersebut tidak disebutkan.

Hingga saat ini belum ada komentar maupun konfirmasi langsung dari pihak Amerika Serikat.

Sebelumnya diberitakan, Reuters yang mengutip Wall Street Journal memberitakan, upaya mediasi yang saat ini dipimpin oleh negara-negara kawasan, termasuk Pakistan, untuk menjembatani gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah menemui jalan buntu.

Menurut laporan tersebut, Iran secara resmi telah memberi tahu para mediator bahwa Teheran tidak bersedia bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Islamabad dalam beberapa hari ke depan, serta menganggap tuntutan AS tidak dapat diterima.

Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut.

Baca Juga: Paus Leo Pimpin Ibadah Jumat Agung, Pesan Keras untuk Pemimpin Dunia Menggema

Situasi masih memanas

Sementara itu, situasi masih memanas di Timur Tengah. Menurut pejabat Iran dan AS pada Jumat (3/4/2026), dua pesawat tempur Amerika Serikat ditembak jatuh di wilayah Iran dan Teluk. Dua pilot berhasil diselamatkan, sementara satu pilot lainnya masih hilang dan sedang diburu pasukan Iran.

Insiden ini menunjukkan bahwa pesawat-pesawat AS dan Israel masih menghadapi risiko tinggi saat beroperasi di atas Iran, meskipun Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya mengklaim bahwa pasukan mereka sepenuhnya menguasai wilayah udara.

Pesawat pertama, jet tempur AS F-15E berkursi dua, ditembak jatuh oleh tembakan Iran, menurut pejabat dari kedua negara.

Pesawat kedua, pesawat tempur A-10 Warthog, juga terkena tembakan Iran dan jatuh di wilayah Kuwait. Pilotnya sempat melontarkan diri (eject), menurut dua pejabat AS.

Dua helikopter Blackhawk yang dikerahkan dalam operasi pencarian pilot yang hilang juga terkena tembakan Iran, namun berhasil keluar dari wilayah udara Iran, kata dua pejabat AS kepada Reuters.

Tonton: Trump Lepas Tangan! 40 Negara Bahas Upaya Bersama Buka Kembali Selat Hormuz

Tingkat cedera awak pesawat belum diketahui secara jelas. Status dan lokasi awak F-15E yang masih hilang juga belum diumumkan secara terbuka.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan mereka sedang menyisir wilayah dekat lokasi jatuhnya pesawat di Iran barat daya. Gubernur setempat bahkan menjanjikan penghargaan bagi siapa pun yang berhasil menangkap atau membunuh “pasukan musuh yang memusuhi.”




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×