kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Harga Emas Pangkas Kenaikan Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif Greenland


Kamis, 22 Januari 2026 / 05:27 WIB
Harga Emas Pangkas Kenaikan Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif Greenland
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas memangkas kenaikannya pada perdagangan Rabu (21/1/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunakkan sebagian ancaman tarif terkait sengketa Greenland.

Perubahan sikap tersebut meredakan kekhawatiran pasar global dan menekan permintaan terhadap aset safe haven.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat naik 0,3% ke level US$ 4.778,51 per ons troi pada pukul 15.10 waktu New York (20.10 GMT), setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.887,82 per ons troi.

Baca Juga: Trump Batalkan Ancaman Tarif dan Militer, Kerangka Kesepakatan Greenland Tercapai

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,5% ke US$ 4.837,50 per ons troi.

Penguatan pasar saham terjadi setelah Trump menarik kembali ancaman pengenaan tarif terhadap sejumlah negara Eropa terkait sikap mereka atas Greenland.

Trump menyebut telah mencapai kerangka kesepakatan dengan NATO mengenai masa depan wilayah tersebut.

“Pengumuman soal tarif Eropa mendorong pasar saham naik, menghapus sebagian besar kenaikan emas dan memberi tekanan pada logam mulia,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures.

Baca Juga: Produk AS Terancam! Eropa Berani Lawan Trump, Batalkan Pembahasan Dagang

Menurutnya, aksi jual yang terjadi bersifat reaksi jangka pendek terhadap sentimen pasar dan tidak mengubah tren utama emas.

“Ini hanya likuidasi akibat sentimen headline, tidak membalikkan tren jangka panjang,” ujarnya.

Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, mencatat lonjakan tajam sepanjang 2025 dengan kenaikan sekitar 64%, dan hingga awal 2026 telah menguat sekitar 11%.

Di sisi lain, sejumlah hakim Mahkamah Agung AS dari kubu konservatif maupun liberal menyatakan keraguan atas upaya Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Kasus tersebut kembali menyoroti isu independensi bank sentral AS.

Baca Juga: Media Resmi Iran: 3.117 Orang Tewas dalam Aksi Protes

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya hingga akhir kuartal ini, dan kemungkinan hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

Lingkungan suku bunga rendah umumnya mendukung harga emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Sementara itu, harga perak spot anjlok 3,6% ke US$ 91,17 per ons troi, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$ 95,87 per ons troi.

Baca Juga: Masa Depan Greenland: Trump Tegaskan Tak Pakai Menggunakan Militer, Denmark Waswas

“Kenaikan perak ke level tiga digit sangat mungkin terjadi melihat momentum harga saat ini, namun pergerakannya tidak akan satu arah. Koreksi dan volatilitas tetap berpotensi tinggi,” kata Analis Komoditas ANZ, Soni Kumari.

Harga platinum spot turun tipis 0,1% ke US$ 2.460,20 per ons troi, setelah sempat menyentuh rekor US$ 2.543,99 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, palladium melemah 2,1% ke level US$ 1.825,85 per ons.

Selanjutnya: Imbal JHT & JP Berhasil Bangkit di Tahun 2025




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×