kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.925   16,00   0,09%
  • IDX 5.982   56,39   0,95%
  • KOMPAS100 775   9,84   1,29%
  • LQ45 598   8,82   1,50%
  • ISSI 207   1,76   0,86%
  • IDX30 333   5,02   1,53%
  • IDXHIDIV20 429   7,05   1,67%
  • IDX80 89   1,18   1,35%
  • IDXV30 117   1,67   1,45%
  • IDXQ30 109   1,63   1,52%

Harga Emas Spot Bertahan di US$ 4.161 per Ons Rabu (14/10) Jelang Data CPI AS


Rabu, 14 Oktober 2026 / 08:13 WIB
Harga Emas Spot Bertahan di US$ 4.161 per Ons Rabu (14/10) Jelang Data CPI AS
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas (REUTERS/Arko Datta)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Rabu (14/10/2026) pagi di tengah sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Data indeks harga konsumen (CPI) tersebut akan menjadi salah satu acuan pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di US$ 4.161,05 per ons troi pada pukul 00.11 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,2% menjadi US$ 4.185 per ons troi.

Baca Juga: Buntut Konflik Musk-Ambani, Starlink Terancam Diblokir di India

Laporan CPI AS dijadwalkan terbit pada Rabu pukul 12.30 GMT. Selanjutnya, pasar akan mencermati data indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel AS yang dirilis pada Kamis.

Data-data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan ini sebesar 23%. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88%.

Emas cenderung tertekan ketika suku bunga bertahan tinggi karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Kondisi tersebut membuat emas relatif kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga ketika biaya peluang memegang emas meningkat.

Baca Juga: F1 Umumkan Grand Prix Rwanda, Amnesty International Soroti Pelanggaran HAM

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams kembali menyampaikan pandangannya bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini untuk menekan inflasi.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Christopher Waller menilai kenaikan imbal hasil obligasi AS belakangan ini lebih mencerminkan penguatan pertumbuhan ekonomi daripada meningkatnya ekspektasi inflasi. Menurut dia, ekspektasi inflasi masih terkendali.

Pelaku pasar juga mencermati risiko terhadap prospek ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa memperingatkan potensi risiko signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan apabila lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) berakhir, tingkat utang terus meningkat, serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah berlanjut.

Dari kawasan Timur Tengah, Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, diserang.

Baca Juga: Konflik Arab-Houthi Memanas, Suara Ledakan Terdengar di Dekat Kantor Saudi Aramco

Insiden tersebut terjadi ketika pertempuran antara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan Arab Saudi semakin intensif.

Pergerakan logam mulia lainnya cenderung melemah. Harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 59,12 per ons troi.

Harga platinum terkoreksi 0,4% menjadi US$ 1.656,08 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,1% menjadi US$ 1.124,39 per ons troi.




TERBARU

[X]
×