Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - RIYADH. Suara ledakan keras terdengar pada Selasa (13/10/2026) malam di dekat kantor pusat perusahaan minyak milik negara Arab Saudi di Dhahran. Informasi ini disampaikan oleh enam sumber kepada Reuters di tengah perang yang kian memanas antara kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran dan koalisi pimpinan Saudi.
Belum ada komentar resmi dari pihak perusahaan, Saudi Aramco.
Sebuah sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kantor pusat Aramco telah terkena serangan, meskipun belum jelas apakah bangunan itu dihantam secara langsung atau terkena jatuhan puing.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa kantor pusat Aramco di Dhahran—pusat industri minyak Saudi di Provinsi Timur—mengalami kebakaran. Perintah evakuasi untuk gedung tersebut telah dikeluarkan, menurut keterangan empat sumber.
Baca Juga: Fitch: Kenaikan Yield Obligasi Perberat Beban Utang Negara Maju
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa serpihan rudal yang berhasil dicegat dan dihancurkan di Dhahran jatuh di kawasan permukiman, namun mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pihak berwenang juga melaporkan adanya pencegatan dan penghancuran pesawat nirawak (drone) serta rudal di ibu kota Riyadh dan wilayah selatan negara itu.
Selama sepekan terakhir, kelompok Houthi terus meluncurkan rudal balistik dan drone ke lokasi-lokasi penting di Saudi sebagai balasan atas dukungan kerajaan tersebut terhadap pasukan pemerintah dalam melawan Houthi di tengah perang saudara Yaman yang kembali berkecamuk.
Baca Juga: Saham AI Berguguran, Investor Khawatir Biaya Modal Naik dan Belanja Melambat
Bandara internasional Riyadh telah menjadi sasaran empat serangan, termasuk satu serangan pada hari Sabtu yang menewaskan 13 orang. Kelompok Houthi sebelumnya menyatakan bahwa Arab Saudi sedang menyerang ibu kota Yaman, Sanaa, dan koalisi pimpinan Saudi memperingatkan warga sipil untuk menjauhi sebuah depot minyak di pinggiran kota tersebut.
Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah menargetkan stasiun pusat Sabah milik Yemen Petroleum Company, sebuah depot bahan bakar di pinggiran Sanaa.














