Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), seiring investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mencari petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.161,81 per ons troi pada pukul 00.15 GMT. Sebelumnya, harga logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi US$ 4.186,60 per ons troi.
Baca Juga: Eks CEO Bukalapak Willix Halim Gabung Canva, Ini Tugas Barunya
Pergerakan harga emas turut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.
Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pelaku pasar kini mencermati data indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pada Rabu (14/10/2026), serta indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) pada Kamis (15/10/2026).
Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk bagi investor untuk memperkirakan langkah kebijakan moneter The Fed berikutnya, terutama di tengah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi AS semakin meluas.
Baca Juga: Kekayaan Low Tuck Kwong Turun 33,9% Usai Lepas Saham BYAN ke Jhonlin
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan, bank sentral AS perlu bergerak relatif cepat menuju sikap kebijakan moneter yang restriktif untuk mengendalikan inflasi.
Menurut dia, tekanan harga semakin meluas dan mulai memengaruhi rencana penetapan harga oleh perusahaan.
Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Namun, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88%.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menjadi tantangan bagi harga emas. Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung memilih aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pasar.
Baca Juga: 10 Kota Paling Ramah di Dunia 2026, Melbourne Teratas dan 3 Ada di Asia
Arab Saudi menyatakan menghadapi rentetan serangan baru dan Bandara Riyadh masih akan ditutup untuk sementara waktu, beberapa hari setelah serangan rudal mematikan pada Sabtu yang menghantam terminal keberangkatan bandara tersebut. Serangan itu diklaim oleh kelompok Houthi dari Yaman yang bersekutu dengan Iran.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga bergerak turun. Harga perak spot melemah 0,4% menjadi US$ 60,09 per ons troi. Platinum turun 0,3% menjadi US$ 1.680,95 per ons troi, sedangkan paladium terkoreksi 0,7% menjadi US$ 1.135,70 per ons troi.














