Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas stabil di dekat level rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (13/1/2026), didukung oleh kekhawatiran atas peningkatan serangan Rusia terhadap Ukraina dan situasi di Iran, sementara kehati-hatian investor menjelang data inflasi penting membatasi momentum kenaikan.
Mengutip Reuters, harga emas spot diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada US$ 4.601,63 per ons troi pada pukul 13.15 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 4.629,94 pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turun 0,1% menjadi US$ 4.610,30.
"Pemulihan moderat pada dolar AS, yang didorong oleh komentar hawkish dari seorang pejabat senior Fed, dan fokus investor pada rilis data CPI AS di sesi selanjutnya bertindak sebagai penghambat (bagi emas)," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.
Baca Juga: Ancaman Penjara Seumur Hidup Hantui Taipan Media di Hong Kong Usai Sidang Mitigasi
Presiden Bank Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral tidak menghadapi tekanan jangka pendek untuk mengubah sikap kebijakan moneter.
Investor kini mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga tahun ini, dengan data Indeks Harga Konsumen hari ini diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter ke depan.
Di bidang geopolitik, pasukan Rusia melancarkan gelombang serangan rudal paling intens tahun ini terhadap Ukraina pada Selasa pagi, menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Presiden AS Trump mengatakan pada hari Senin bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif 25% untuk perdagangan dengan Amerika Serikat.
Aset yang tidak menghasilkan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketika risiko geopolitik atau ekonomi meningkat tajam.
Baca Juga: Mantan Presiden Korsel Yoon Dituntut Hukuman Mati Atas Pemberlakuan Darurat Militer
“Dengan harga emas yang terkonsolidasi di atas level $4.500, didukung oleh prospek bearish untuk dolar dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, angka $5.000 tampaknya semakin mudah dicapai dan dapat diuji pada paruh pertama tahun ini,” tambah Evangelista.
Sementara itu, operator bursa AS CME Group mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka mengubah cara menetapkan margin untuk logam mulia untuk memastikan cakupan jaminan yang memadai mengingat volatilitas pasar saat ini.













