kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Harga Minyak Ditutup Melemah di Tengah Rencana Iran Bahas Mediasi dengan Pakistan


Rabu, 21 Oktober 2026 / 05:10 WIB
Harga Minyak Ditutup Melemah di Tengah Rencana Iran Bahas Mediasi dengan Pakistan
ILUSTRASI. Harga minyak mentah acuan, Brent dan WTI, ditutup melemah dari level tertinggi dalam 5 bulan setelah adanya upaya mediasi di kawasan (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Harga minyak ditutup melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan. Para pedagang mempertimbangkan pertemuan antara presiden Iran dan kepala angkatan darat Pakistan—yang berperan penting sebagai mediator antara AS dan Iran—di tengah berlanjutnya serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi serta laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk.

Selasa (20/10/2026), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2026 ditutup turun 76 sen atau 0,69%, menjadi US$ 108,79 per barel. Sebelumnya pada sesi yang sama, harga Brent sempat mencapai US$ 111,99, level tertinggi dalam lima bulan.

Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November 2026, yang berakhir pada hari Selasa, ditutup turun US$ 1,87 atau 1,8% ke US$ 101,79 per barel. Harga WTI untuk kontrak untuk pengiriman Desember 2026, yang lebih aktif diperdagangkan, juga ditutup melemah 72 sen ke US$ 97,82 per barel.

Baca Juga: Singapura Surati 10 Perusahaan Indonesia soal Karhutla & Kabut Asap, Ini Daftarnya

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membahas upaya mediasi dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan kepala angkatan darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, di Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh Nournews pada hari Selasa.

Upaya mediasi Pakistan sebelumnya sempat menghasilkan perjanjian damai sementara yang ditandatangani pada bulan Juni. Namun, kesepakatan tersebut dengan cepat goyah di tengah munculnya pertempuran baru antara Iran dan AS beberapa minggu kemudian.

Pembicaraan di Teheran berlangsung di tengah berlanjutnya serangan oleh kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran. Pada hari Senin, kelompok tersebut menyatakan telah melancarkan sejumlah serangan terhadap berbagai target energi, bandara, dan militer di Arab Saudi, termasuk fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta bandara di Abha.

Otoritas Arab Saudi tidak segera mengonfirmasi klaim pihak Houthi tersebut, dan Reuters tidak dapat memverifikasinya secara independen.

"Harga minyak tetap tertopang kuat... Hal ini menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan premi risiko yang signifikan, mengingat volatilitas situasi saat ini," tulis para analis ING dalam sebuah catatan pada hari Selasa.

Menurut catatan dari penyedia data pelayaran Kpler pada hari Senin, setidaknya 18 kapal dilaporkan telah diserang dalam kurun waktu dua minggu, yang membuat premi risiko tetap tinggi.

Pada hari yang sama, serangan Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di provinsi Shabwa, Yaman, menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Serangan-serangan baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan menegaskan risiko berkelanjutan terhadap pasokan energi dari wilayah tersebut, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di atas $100 per barel.

Baca Juga: Prancis Kerahkan Militer Hadapi Gelombang Demonstrasi, Investor Cemas

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "berkomitmen untuk menuntaskan penghapusan rezim Iran," dan telah membahas hal tersebut dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu.

PASOKAN DIESEL

Kargo diesel asal Rusia kembali dikirim ke tujuan-tujuan tradisionalnya setelah AS menangguhkan sanksi dan memastikan pencabutan larangan ekspor. Berdasarkan data pelayaran dari Kpler dan LSEG, setidaknya dua kapal tanker terpantau sedang menuju Turki dan Brasil dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Menteri Energi AS, Kyle Haustveit, menyampaikan pada hari Selasa di Drake Forum di Titusville, Pennsylvania, bahwa AS tengah bekerja sama dengan kilang-kilang domestik untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Energi AS, Chris Wright, di Houston pada hari yang sama.

Wright menambahkan bahwa AS juga mendorong agar kilang-kilang domestik yang sebelumnya ditutup dapat beroperasi kembali.

Sementara itu, jajak pendapat Reuters yang diperluas pada hari Selasa menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS diperkirakan telah mengalami penurunan pada pekan lalu, sejalan dengan berkurangnya persediaan produk minyak. Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, secara rata-rata, bahwa persediaan minyak mentah turun sekitar 800.000 barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×