Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia melonjak sekitar 4% pada perdagangan Senin (4/5/2026), didorong kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Minyak mentah Brent naik US$ 4,49 atau 4,2% menjadi US$ 112,66 per barel pada pukul 22.16 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,71 atau 1,7% ke level US$ 103,65 per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah muncul laporan ancaman rudal yang direspons sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab, serta insiden kebakaran pada kapal Korea Selatan di kawasan strategis Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok 2%! Ketegangan AS-Iran dan Dolar Jadi Pemicu
Presiden Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa Amerika Serikat akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Teluk. Militer AS juga menyebut dua kapal perusak berpeluru kendali telah memasuki kawasan tersebut untuk mematahkan blokade oleh Iran, dan dua kapal dagang AS telah melintasi Selat Hormuz.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan bahwa harga minyak berpotensi terus naik selama arus pengiriman melalui selat tersebut masih terganggu.
Korea Selatan melaporkan terjadi kebakaran dan ledakan pada kapal yang dioperasikan oleh HMM di Selat Hormuz. Sebelumnya, Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang kapal tanker kosong milik perusahaan minyak negara ADNOC menggunakan drone saat melintasi kawasan tersebut.
Lembaga United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan insiden lain yang melibatkan kapal kargo sekitar 36 mil laut di utara Dubai.
Sekitar 20% pasokan minyak global dan gas alam cair (LNG) sebelumnya melewati Selat Hormuz sebelum meningkatnya konflik antara AS dan sekutunya dengan Iran pada akhir Februari lalu.
Di sisi lain, dinamika global turut memengaruhi pasar energi. Uni Emirat Arab, yang baru keluar dari OPEC, menyatakan akan tetap memproduksi minyak sesuai kebutuhan pasar global. Sementara itu, kelompok OPEC+ berencana menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Juni, menandai kenaikan bulanan ketiga berturut-turut.
Di Pakistan, AS mengevakuasi 22 awak kapal dari kapal kontainer Iran dan akan menyerahkannya kembali kepada otoritas Iran sebagai langkah membangun kepercayaan. Sementara di India, pemerintah menyatakan tidak akan memberikan kompensasi kepada perusahaan bahan bakar milik negara meski menjual BBM di bawah harga pasar.
Baca Juga: Saudi Aramco Tahan Harga LPG Mei, Sonatrach Pangkas Tajam
Di Ukraina, pemerintah menyebut Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur pelabuhan dengan lebih dari 800 drone dalam empat bulan pertama 2026.
Sementara itu, prospek kebijakan moneter juga menjadi perhatian pasar. Sejumlah lembaga keuangan global mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan harga energi.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi, sementara suku bunga tinggi cenderung menekan permintaan minyak.













