Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Harga minyak naik ke level tertinggi dua bulan awal pekan ini. Alasannya, para pedagang menunggu untuk melihat apakah Uni Eropa akan mencapai kesepakatan untuk melarang minyak Rusia pada pertemuan pekan ini.
Mengutip Reuters Senin (30/5), minyak mentah berjangka Brent naik 46 sen, atau 0,4%, menjadi US$ 119,89 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 60 sen, atau 0,5%, menjadi US$ 115,67 per barel.
Uni Eropa akan bertemu pada Senin dan Selasa ini untuk membahas paket sanksi keenam terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai operasi khusus untuk melucuti senjata tetangganya.
"Saya tidak berpikir akan berlebihan untuk berasumsi bahwa spekulan memposisikan diri untuk kenaikan pasar minyak pasca KTT Uni Eropa," kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Rally Awal Pekan Ini, Terdorong Pelonggaran Penguncian di China
Larangan lebih lanjut pada minyak Rusia akan memperketat pasar minyak mentah yang sudah tegang untuk pasokan di tengah meningkatnya permintaan bensin, solar dan bahan bakar jet menjelang puncak musim permintaan musim panas di Amerika Serikat dan Eropa.
Pemerintah Uni Eropa gagal menyepakati embargo minyak Rusia pada hari Minggu, tetapi akan melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan untuk melarang pengiriman minyak Rusia melalui laut sambil mengizinkan pengiriman melalui pipa.
Jika disetujui, kesepakatan akan memungkinkan Hongaria, Slovakia dan Ceko untuk terus menerima minyak Rusia mereka melalui pipa Druzhba untuk beberapa waktu sampai pasokan alternatif dapat diatur.
Menggarisbawahi ketatnya pasar, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia akan menolak seruan Barat untuk mempercepat penambahan produksi minyak mereka ketika mereka bertemu pada hari Kamis. Mereka akan tetap pada rencana mereka untuk menambah 432.000 barel per hari pada Juli.
Pasar minyak juga gelisah setelah Iran pada hari Jumat mengatakan angkatan lautnya telah menangkap dua kapal tanker minyak Yunani sebagai pembalasan atas penyitaan minyak Iran oleh Amerika Serikat dari sebuah kapal tanker yang ditahan di lepas pantai Yunani.
Baca Juga: Memilih Saham BUMN yang Memiliki Prospek Apik Pada 2022
"Ini meningkatkan momok gangguan lebih lanjut terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang membawa sepertiga perdagangan dunia," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
Harga minyak juga didukung oleh penurunan dolar AS karena investor mengurangi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS yang agresif dan karena meredanya kekhawatiran tentang resesi global. Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi importir yang memegang mata uang lain.