kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.127   130,44   2,61%
  • KOMPAS100 655   24,01   3,81%
  • LQ45 510   21,57   4,42%
  • ISSI 176   3,73   2,17%
  • IDX30 287   13,39   4,90%
  • IDXHIDIV20 377   20,32   5,69%
  • IDX80 75   2,90   4,01%
  • IDXV30 106   4,88   4,84%
  • IDXQ30 95   5,39   6,01%

Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (19/10): Brent Anjlok 1,3% dan WTI Turun 0,5%


Senin, 19 Oktober 2026 / 07:12 WIB
Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (19/10): Brent Anjlok 1,3% dan WTI Turun 0,5%
ILUSTRASI. Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI sama-sama tergelincir setelah Trump cabut sanksi ke Rusia pada hari ini (19/10/2026) (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak turun pada hari ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencabut sanksi dan tarif terhadap Rusia yang dapat menyebabkan peningkatan ekspor bahan bakar Rusia.

Senin (19/10/2026) pukul 07.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2026 turun US$ 1,43 atau 1,3% menjadi US$ 108,43 per barel setelah mencapai level tertinggi sejak 19 Mei pada hari Jumat (16/10/2026).

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November 2026 berada di angka US$ 100,88 per barel, turun 53 sen, atau 0,52%.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Jumat yang mencabut sanksi dan tarif utama berdasarkan undang-undang yang dikenal sebagai Undang-Undang Graham, yang ditandatanganinya bulan lalu atas desakan para anggota parlemen yang ingin menekan Moskow atas perang di Ukraina.

Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Rp361 Triliun Setelah Tesla Pamer Mobil Terbang

Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan presiden akan menggunakan waktu hingga 60 hari untuk menilai dampak ekonomi dari pencabutan tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengekspor solar ke Amerika Serikat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tindakan AS ini akan merugikan Ukraina.

Minyak mentah Brent sempat menyentuh posisi US$ 110 per barel pada hari Jumat (16/10/2026) untuk pertama kalinya sejak Mei 2026 karena ketegangan dan ancaman keamanan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan pengiriman dan pasokan energi global yang semakin ketat.

Peningkatan serangan terhadap kapal-kapal komersial secara tajam memangkas aliran minyak mentah Teluk menjadi sekitar 8,5 juta barel per hari rata-rata tujuh hari pekan lalu dari lebih dari 20 juta barel per hari pada pekan sebelumnya, kata perusahaan analisis Kpler dalam catatan hari Jumat. Setidaknya 10 insiden yang melibatkan kapal komersial dilaporkan pekan lalu, tambahnya.

Berpotensi meningkatkan taruhan dalam perang Timur Tengah, Mesir mengatakan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan dan stabilitasnya terhadap Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×