kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Harga Minyak WTI Dibuka Melonjak Lebih dari US$ 1, Trump Pertajam Retorika ke Iran


Selasa, 07 April 2026 / 06:32 WIB
Harga Minyak WTI Dibuka Melonjak Lebih dari US$ 1, Trump Pertajam Retorika ke Iran
ILUSTRASI. Harga minyak WTI dibuka melonjak


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) dibuka melonjak lebih dari US$ 1 pada hari ini. Sentimen yang mendukung harga minyak WTI datang setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorikanya terhadap Iran, mengancam tindakan yang lebih keras jika negara itu gagal membuka kembali Selat Hormuz yang penting.

Selasa (7/4/2026) pukul 06.00 WIB, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,12 atau 1,1% ke US$ 113,52 per barel 

Pada sesi sebelumnya, minyak WTI juga ditutup menguat 0,78% ke US$ 112,40 per barel.

Reli bagi harga minyak sudah terjadi sejak AS dan Israel menyerang Iran di akhir bulan Februari lalu. 

Baca Juga: Ini Peringatan IMF Atas Dampak Buruk Perang ke Ekonomi Global

Agar harga minyak turun, penghentian serangan apa pun perlu disertai dengan kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz yang sangat penting, jalur pelayaran yang digunakan oleh seperlima pasokan minyak dan gas dunia. 

Konsumen minyak utama, khususnya di Asia, sedang menghemat barel atau mengurangi konsumsi sebagai respons terhadap penutupan selat tersebut. 

Sebelumnya, AS dan Iran menerima kerangka kerja dari Pakistan untuk mengakhiri permusuhan, tetapi Iran menolak gagasan untuk segera membuka kembali selat tersebut setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghujani negara itu dengan "neraka" jika tidak mencapai kesepakatan pada akhir hari Selasa (7/6/2026). 

Selat tersebut, yang dilalui minyak dan produk petroleum dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sebagian besar tetap tertutup karena serangan Iran terhadap kapal setelah serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari. 

Namun, beberapa kapal, termasuk kapal tanker yang dioperasikan Oman, kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang, telah melewati selat tersebut sejak Kamis, menurut data pengiriman, yang mencerminkan kebijakan Iran untuk mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap bersahabat untuk melewatinya.

"Pasar sedang mencoba memahami apa yang akan terjadi ke depan. Berita utama terpenting akhir pekan ini adalah beberapa kapal telah melewati selat tersebut," kata analis SEB Research, Ole Hvalbye.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat: Ancaman Trump dan Nasib Selat Hormuz Makin Panas!

Di sisi lain, pasokan Rusia baru-baru ini terganggu oleh serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor Laut Baltik. Laporan media pada hari Minggu mengatakan terminal Ust-Luga melanjutkan pemuatan pada hari Sabtu setelah beberapa hari mengalami gangguan. 

Ekspor dari pelabuhan Laut Hitam Tuapse diperkirakan akan meningkat menjadi 794.000 metrik ton pada bulan April, naik 8,7% secara harian dari 755.000 metrik ton yang direncanakan untuk bulan Maret, menurut dua pedagang dan perhitungan Reuters. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×