kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Ini Peringatan IMF Atas Dampak Buruk Perang ke Ekonomi Global


Selasa, 07 April 2026 / 06:26 WIB
Ini Peringatan IMF Atas Dampak Buruk Perang ke Ekonomi Global
ILUSTRASI. Perang Timur Tengah memicu inflasi lebih tinggi dan perlambatan ekonomi global. IMF akan revisi proyeksi pekan depan. (REUTERS/Yuri Gripas)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Perang di Timur Tengah akan memicu inflasi yang lebih tinggi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, kata kepala Dana Moneter Internasional (IMF) kepada Reuters pada Senin, menjelang proyeksi terbaru perekonomian dunia yang akan dirilis lembaga tersebut pekan depan.

Perang ini telah memicu gangguan pasokan energi global terburuk sepanjang sejarah, dengan jutaan barel produksi minyak terhenti akibat pemblokiran efektif Selat Hormuz oleh Iran. Selat Hormuz merupakan jalur krusial untuk pengiriman seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Mengutip Reuters, Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, mengatakan bahwa bahkan jika konflik ini dapat diselesaikan dengan cepat, IMF tetap akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menaikkan perkiraan inflasi.

IMF diperkirakan akan merilis sejumlah skenario dalam laporan World Economic Outlook yang akan terbit pada 14 April. IMF sebelumnya telah memberi sinyal kemungkinan penurunan proyeksi dalam sebuah unggahan blog pada 30 Maret, dengan menyoroti guncangan asimetris akibat perang serta kondisi keuangan yang semakin ketat.

Tanpa adanya perang, IMF sebelumnya memperkirakan akan ada sedikit peningkatan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% pada 2026 dan 3,2% pada 2027.

“Namun kini, semua jalan mengarah pada harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat,” ujar Georgieva.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat: Ancaman Trump dan Nasib Selat Hormuz Makin Panas!

Ia mengatakan perang telah memangkas pasokan minyak global sebesar 13%, yang berdampak luas pada pengiriman minyak dan gas serta rantai pasok terkait seperti helium dan pupuk.

Menurut Georgieva, bahkan jika permusuhan berakhir dengan cepat dan pemulihan berlangsung cukup cepat, revisi penurunan proyeksi pertumbuhan dan revisi kenaikan inflasi tetap akan terjadi meski dalam skala “relatif kecil”.

Namun, jika perang berlangsung lebih lama, dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan akan lebih besar.

Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia

Perang ini diperkirakan akan menjadi isu utama dalam pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington pekan depan, yang akan dihadiri para pejabat keuangan dari seluruh dunia.

Georgieva menambahkan, negara-negara miskin dan rentan yang tidak memiliki cadangan energi akan menjadi pihak yang paling terdampak. Ia menilai banyak negara saat ini memiliki ruang fiskal yang sangat terbatas untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga akibat perang.

Georgieva mengatakan sejumlah negara telah meminta bantuan pendanaan, namun ia tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut. Ia menuturkan IMF dapat menambah dukungan pada beberapa program pinjaman yang sudah berjalan untuk memenuhi kebutuhan negara anggota.

Sebanyak 85% anggota IMF merupakan negara pengimpor energi.

Baca Juga: Perang Bikin Sektor Jasa AS Tercekik, Biaya Input Melonjak Tertinggi dalam 13 Tahun

Dampak perang bersifat tidak merata, dengan negara pengimpor energi paling terpukul. Namun bahkan negara pengekspor energi seperti Qatar pun merasakan dampaknya akibat serangan Iran terhadap fasilitas produksi mereka.

Georgieva mengatakan Qatar memperkirakan perlu waktu tiga hingga lima tahun untuk memulihkan sekitar 17% produksi gas alam mereka karena kerusakan yang terjadi.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan bahwa 72 fasilitas energi telah mengalami kerusakan akibat perang, dengan sepertiganya mengalami kerusakan signifikan.

“Bahkan jika perang berhenti hari ini, akan tetap ada dampak negatif yang bertahan bagi dunia,” ujar Georgieva.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×