Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak mentah dan gas alam cair (LNG) melonjak tajam.
Patokan minyak mentah Brent internasional ditutup mendekati US$ 110 pada Senin, dengan harga acuan tunai yang bersumber dari Timur Tengah diperdagangkan pada premi besar di atas harga tersebut.
Pekan lalu, pimpinan IMF, IEA, dan Bank Dunia menyatakan akan membentuk upaya terkoordinasi untuk menilai dampak energi dan ekonomi dari perang ini.
Georgieva mengatakan IMF juga menjalin komunikasi dengan Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) terkait isu ketahanan pangan.
Tonton: Trump Ultimatum Iran Buka Hormuz 48 Jam! Iran Ancam Pintu Neraka untuk AS!
WFP pada pertengahan Maret menyatakan jutaan orang akan menghadapi kelaparan akut jika perang berlanjut hingga Juni.
Georgieva mengatakan IMF belum melihat krisis pangan saat ini, namun kondisi tersebut bisa terjadi jika pengiriman pupuk terganggu.













