kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ekonomi Global Terancam: Survei Bisnis Ungkap Pelemahan Serentak


Minggu, 22 Maret 2026 / 14:30 WIB
Ekonomi Global Terancam: Survei Bisnis Ungkap Pelemahan Serentak
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Florence Lo)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemeriksaan kesehatan kolektif pertama pada ekonomi global sejak perang pecah di Timur Tengah akan hadir dalam bentuk survei bisnis dari AS hingga zona euro.

Setiap indeks manajer pembelian yang perkiraannya dikumpulkan oleh Bloomberg, diperkirakan akan menunjukkan penurunan pada angka awal untuk bulan Maret yang akan dirilis pada hari Selasa (24/2), menurut perkiraan median para ekonom.

Prospek mereka menunjukkan pelemahan yang sinkron di seluruh sektor manufaktur dan jasa. Hasil tersebut akan memberikan gambaran awal tentang kerusakan ekonomi kumulatif yang telah terjadi, tiga minggu setelah AS dan Israel menyerang Iran.

Lonjakan harga energi berikutnya, yang dipicu oleh gangguan pada pengiriman dan produksi regional, dan ancaman terhadap harga konsumen global, telah mendorong berbagai respons bank sentral dalam beberapa hari terakhir.

Di antaranya, pejabat Inggris menunda rencana pelonggaran, negara-negara zona euro mengadopsi bias pengetatan, dan pembuat kebijakan Australia melanjutkan dengan peningkatan suku bunga. 

Setelah sinyal dari Federal Reserve bahwa pemotongan biaya pinjaman masih jauh, investor membatalkan taruhan pada langkah tersebut tahun ini.

“Yang paling utama adalah dampak perang terhadap inflasi,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence, dalam sebuah laporan seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (21/3). 

Daftar pembacaan indeks awal ini meliputi ekonomi Australia, Jepang, dan India hingga zona euro, Inggris, dan AS.

Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, akan merilis indikator ekspektasi bisnis Ifo yang dipantau ketat pada hari yang sama, dengan antisipasi penurunan ke level terendah 13 bulan. Pengukuran dari Prancis dan Italia akan dirilis kemudian pada minggu ini.

Prakiraan dari OECD yang berbasis di Paris juga akan mencerminkan perubahan prospek ini, yang merupakan penilaian gabungan pertama sejak pecahnya perang. Perkiraan ini mungkin memberikan gambaran awal tentang prediksi yang lebih komprehensif yang akan dirilis oleh Dana Moneter Internasional pada pertengahan April.


Tag


TERBARU

[X]
×