kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Harga Nikel Dunia Melonjak 3%, Penertiban Tambang di Indonesia Jadi Pemicunya


Kamis, 05 November 2026 / 21:09 WIB
Harga Nikel Dunia Melonjak 3%, Penertiban Tambang di Indonesia Jadi Pemicunya
ILUSTRASI. Nikel - Weda Bay Industrial Park (via REUTERS/Indonesia Presidential Palace)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga nikel dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari lima pekan pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan pasokan setelah Indonesia menyatakan akan menindak perusahaan yang terafiliasi dengan seorang pedagang bijih nikel besar.

Mengutip Reuters, harga nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 3% menjadi US$ 16.255 per ton dalam perdagangan resmi.

Sebelumnya, harga nikel sempat menyentuh US$ 16.360 per ton, level tertinggi sejak 28 September 2026.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Ini Rekor dan Perjalanan Kariernya

Sementara itu, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup menguat 5,3% ke posisi 122.550 yuan atau setara US$ 18.375 per ton. Harga tersebut merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir sekaligus kenaikan harian terbesar sejak Januari.

Sentimen positif datang setelah satuan tugas kehutanan Indonesia menyatakan akan mengambil tindakan terhadap perusahaan milik atau yang terafiliasi dengan pengusaha Arif Kurniawan. Perusahaan-perusahaan tersebut diduga beroperasi secara ilegal di kawasan hutan.

Satuan tugas juga mengidentifikasi kemungkinan penyimpangan dalam tata kelola pertambangan, termasuk proses perizinan dan pemberian izin usaha.

Sejumlah laporan media lokal menyebut Kurniawan merupakan mantan pedagang Glencore yang mengendalikan sebagian besar perdagangan bijih nikel di Indonesia.

Baca Juga: Bank of England (BoE) Kerek Suku Bunga Jadi 4%, Pertama Kali Sejak 2023

Di sisi lain, produsen nikel di Indonesia telah menghadapi kenaikan biaya produksi dan pengetatan kuota penambangan sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut mendorong sejumlah produsen melakukan pemangkasan produksi secara terkoordinasi.

Analis Macquarie memperkirakan total ekspor nikel dan produk turunannya dari Indonesia akan turun sekitar 6% sepanjang tahun ini. Proyeksi tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.

"Dengan pasar kini berfokus pada kuota bijih nikel untuk 2027," tulis analis Macquarie dalam catatan mengenai Indonesia.

Perhatian pasar terhadap kebijakan kuota produksi tahun depan berpotensi memengaruhi prospek pasokan nikel global.

Sebagai salah satu produsen utama dunia, perubahan kebijakan pertambangan Indonesia dapat berdampak terhadap keseimbangan pasokan dan harga nikel internasional.

Sementara itu, harga logam industri lainnya juga bergerak menguat. Harga tembaga naik tipis 0,1% menjadi US$ 14.025 per ton.

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) turut menopang harga komoditas logam yang diperdagangkan dalam denominasi greenback tersebut.

Baca Juga: Uni Eropa Suntik Dana Besar untuk Kejar Ketertinggalan Industri Cip

Di China, negara konsumen logam terbesar dunia, premi Yangshan untuk tembaga impor meningkat menjadi US$ 210 per ton. Angka tersebut menyamai rekor tertinggi yang terakhir tercatat pada 2013.

Harga aluminium naik 1,6% menjadi US$ 3.097 per ton. Adapun harga seng menguat 0,9% menjadi US$ 3.840 per ton, timbal naik 0,9% ke US$ 1.898 per ton, sedangkan timah meningkat 1,7% menjadi US$ 47.775 per ton.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×