kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga produsen China turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun


Jumat, 09 Agustus 2019 / 11:02 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga produsen pabrik China pada bulan Juli turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Angka yang baru dirilis ini memicu kekhawatiran deflasi dan memberi tekanan pada China untuk meluncurkan lebih banyak stimulus.

Penurunan harga barang produsen ini ditengarai karena ekonomi melambat di tengah perang dagang yang semakin intensif dengan Amerika Serikat (AS). Dengan permintaan yang melambat di dalam dan luar negeri, produsen China harus menurunkan harga untuk mempertahankan pangsa pasar, menekan margin dan menghambat investasi baru yang diperlukan untuk mengembalikan perekonomian.

Turunnya harga minyak mentah, bijih besi dan bahan baku lainnya juga berperan dalam penurunan harga produsen ini.

Baca Juga: Berkat perang dagang, Vietnam jadi pemasok komponen Samsung

Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan, indeks harga produsen China (PPI) turun 0,3% dari tahun sebelumnya pada bulan Juli. Angka penurunan ini lebih besar daripada prediksi polling Reuters yang meramalkan penurunan hanya 0,1%. Bulan lalu, PPI stagnan di 0% secara tahunan. 

Ini adalah kontraksi pertama secara tahunan sejak Agustus 2016. "Lemahnya permintaan mulai berdampak pada ekspektasi pada sisi produksi," kata analis Zou Qiang dari Everbright Pramerica Fund Management dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters

Baca Juga: Perang mata uang, patutkah investor cemas? .

Zou memperkirakan, kontraksi harga akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang. Ini dipicu oleh pembatasan yang lebih ketat pada sektor properti. Regulator mencoba mengendalikan risiko utang.

Inflasi produsen di negara-negara besar lainnya seperti AS dan Jerman akhir-akhir ini juga mengecewakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang daya tahan permintaan global. Pasalnya, perang dagang AS-China diramalkan akan semakin lama dan lebih mahal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×