CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Rumah di Singapura Melonjak ke Level Tertinggi


Senin, 03 Januari 2022 / 12:31 WIB
Harga Rumah di Singapura Melonjak ke Level Tertinggi
ILUSTRASI. Singapura. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga rumah Singapura naik pada kuartal keempat dengan laju tercepat dalam lebih dari satu dekade. Nilai properti pribadi naik 5% dari kuartal sebelumnya.

Mengutip Bloomberg (3/1),pertumbuhan kuartalan tersebut menjadi yang tertinggi sejak kuartal kedua 2010 ketika harga melonjak 5,3%. Untuk pertumbuhan secara tahunan di 2021, harga naik 10,6%, juga tertinggi sejak 2010.

Lonjakan harga Singapura beriringan dengan langkah pemerintah untuk memberlakukan putaran baru pembatasan properti, termasuk menaikkan bea materai tambahan untuk pembeli rumah kedua dan orang asing yang membeli tempat tinggal pribadi. 

“Melihat lonjakan harga pada kuartal keempat, ini menjelaskan mengapa pemerintah memperkenalkan pembatasan properti karena mereka sudah melihat data dan melihat ini akan datang,” Nicholas Mak, kepala penelitian dan konsultasi di unit ERA, APAC Realty Ltd. yang berbasis di Singapura.

Baca Juga: SIA Akan Mengoperasikan Penerbangan Singapura-Beijing untuk Olimpiade Musim Dingin

Pembeli telah memanfaatkan suku bunga rendah dan ekspektasi bahwa harga akan naik lebih lanjut seiring pemulihan ekonomi. Akselerasi di kuartal terakhir membantu mendorong pertumbuhan ekonomi keseluruhan untuk setahun penuh menjadi 7,2%, tercepat sejak 2010 .

Langkah-langkah pendinginan properti akan menguji ketahanan pasar. Pasar properti Singapura telah bertahan dengan baik dalam dua tahun terakhir meskipun menderita resesi terburuk yang pernah tercatat pada tahun 2020 dan bertahan dari beberapa pembatasan virus awal tahun lalu.

Analis sebelumnya mengatakan bahwa pembatasan properti mungkin bersifat jangka pendek memperbaiki pasar dengan selera rumah yang tak terpuaskan. Sementara langkah-langkah tersebut dapat meredam harga dan penjualan pada satu atau dua kuartal berikutnya, mereka mungkin akan pulih pada awal paruh kedua tahun ini.

Christine Sun, wakil presiden senior penelitian dan analitik di OrangeTee & Tie bilang permintaan mungkin sedikit meningkat setelah Tahun Baru Imlek di bulan Februari meskipun tingkat transaksi mungkin lebih rendah daripada beberapa bulan terakhir,

“Harga mungkin stabil dan naik pada kecepatan yang jauh lebih lambat dalam beberapa kuartal mendatang. Tapi nilainya tidak mungkin turun karena pengembang telah membeli tanah dengan harga yang cukup tinggi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×