CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Hari ini dalam sejarah: Presiden Roosevelt lolos dari percobaan pembunuhan


Rabu, 14 Oktober 2020 / 10:05 WIB
Hari ini dalam sejarah: Presiden Roosevelt lolos dari percobaan pembunuhan
ILUSTRASI. Potret Theodore Roosevelt, Presiden AS selama periode 1901-1909.


Sumber: History | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tepat hari ini, tanggal 14 Oktober tahun 1912, Presiden AS Theodore Roosevelt berhasil lolos dari percobaan pembunuhan. Presiden yang aktif menjabat pada tahun 1901-1909 tersebut terselematkan oleh kotak kacamata dan seikat naskah yang ada di kantung mantelnya.

Roosevelt sedang bersiap untuk memberikan pidato kampanye di Milwaukee, Wisconsin, saat dirinya menerima satu tembakan jarak dekat yang langsung mengarah ke jantungnya.

Beruntung, peluru kaliber 32 yang meluncur dari revolver milik pelaku lajunya terhambat oleh kotak kacamata dan seikat naskah yang tersimpat di kantung mantel tebal Roosevelt.

Dikutip dari History.com, pelaku penembakan adalah seorang penjaga bar bernama John Schrank. Ia mengikuti Roosevelt yang hendak menyapa publik di depan Hotel Gilpatrick.

Baca Juga: Hari ini dalam sejarah: Angkatan Laut AS menangkap pembajak kapal pesiar Italia

Latar belakang penembakan

John Schrank, 36 tahun, seorang pemilik bar, rupanya telah mengintai Roosevelt selama berminggu-minggu sebelum melancarkan aksinya.

Pasca kejadian, sepucuk surat ditemukan di sakunya. Penyelidik menilai Schrank menderita skizofrenia yang cukup parah.

Dalam suratnya, Schrank mengaku bertemu dengan Presiden AS terdahulu, William McKinley, yang tewas terbunuh pada tahun 1901, di dalam mimpinya.

Baca Juga: Hari ini dalam sejarah: Uni Soviet luncurkan satelit buatan pertama di dunia

"Di dalam mimpi, saya melihat Presiden McKinley duduk di peti matinya sambil menunjuk seseorang dengan pakaian biarawan, dia adalah Roosevelt. McKinley menunjuk orang itu dan berkata 'Ini adalah pembunuhku, balas kematianku," tulis Schrank dalam suratnya, seperti dikutip History.com.

Melalui serangkaian pemeriksaan, Schrank mengaku bersalah. Ia dinyatakan memiliki gangguan mental dan dikurung di rumah sakit jiwa wilayah Wisconsin seumur hidup.

Roosevelt tetap melanjutkan pidato dengan peluru di dadanya

Luka di dada Roosevelt menjadi tidak mematikan berkat tumpukan naskah pidato setebal 50 halaman dan kotak kacamata yang ada di saku mantelnya saat itu.

Baca Juga: Hari ini dalam sejarah: Kapal selam nuklir pertama USS Nautilus mulai bertugas

Laju peluru secara kebetulan berhasil dihambat oleh kedua benda tadi sehingga kekuatan dorongan peluru melemah. 

Menariknya, Roosevelt yang saat itu sedang menderita luka tembak, yang tidak terlalu parah, tetap melanjutkan untuk berpidato di hadapan publik dengan peluru yang masih bersarang di dadanya.

Di tengah pidato, ia mengeluarkan naskah pidato tebalnya dari saku yang berlumuran darah, menjelaskan bahwa ia selamat karena itu. Setelah berbicara selama hampir satu jam, akhirnya ia bersedia dilarikan ke rumah sakit.

Dengan perjuangan kampanyenya yang benar-benar berdarah, sayangnya Roosevelt harus kalah dalam pemilu oleh calon dari Partai Demokrat, Woodrow Wilson.

Selanjutnya: Hari ini dalam sejarah: Pemimpin Uni Soviet Vladimir Lenin lolos dari pembunuhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×