kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hari Ulang Tahun ASEAN 8 Agustus: Sejarah, 11 Anggota, dan KTT ASEAN di Indonesia


Senin, 07 Agustus 2023 / 09:16 WIB
Hari Ulang Tahun ASEAN 8 Agustus: Sejarah, 11 Anggota, dan KTT ASEAN di Indonesia
ILUSTRASI. Sejarah ASEAN berdiri karena untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera.

Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Hari ulang tahun ASEAN 2023 diperingati pada Selasa, 8 Agustus. Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) adalah organisasi kawasan yang mewadahi kerja sama 10 negara di Asia Tenggara.

ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Lima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. 

Lantas, seperti apa sejarah hari ulang tahun ASEAN? 

Baca Juga: 15 Ucapan Hari Ulang Tahun ASEAN 2023, Cocok Jadi Caption di Media Sosial

Sejarah ASEAN 

ASEAN 2023

Sejarah ASEAN berdiri karena keinginan kuat dari para pendirinya untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka karena situasi di kawasan pada era 1960-an berhadapan dengan situasi rawan konflik. 

Misalnya, perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antarnegara di kawasan. Kalau ini dibiarkan, jelas bisa mengganggu stabilitas kawasan sehingga menghambat pembangunan.

Dirangkum dari laman Kementerian Luar Negeri, pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, lima negara pendiri ASEAN mengirimkan wakilnya untuk menindaklanjuti Deklarasi Bersama dengan melakukan pertemuan dan penandatangan Deklarasi ASEAN (The ASEAN Declaration) atau yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration).

Baca Juga: Berperan Strategis dalam Ekonomi, Kemendag Dorong Kolaborasi Capai Prioritas Ekonomi

Wakil dari lima negara pendiri ASEAN adalah:

  • Menteri Luar Negeri Indonesia, Adam Malik
  • Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dan Menteri Pembangunan Nasional Malaysia, Tun Abdul Razak
  • Menteri Luar Negeri Filipina, Narciso Ramos
  • Menteri Luar Negeri Singapura , S. Rajaratnam
  • Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman 

Isi Deklarasi Bangkok itu adalah sebagai berikut:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara;
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional;
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi;
  • Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada;
  • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Pengelolaan Utang Belum Maksimal

Ditandatanganinya Deklarasi Bangkok tersebut, membuat organisasi kawasan yang diberi nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) telah resmi berdiri. 

Pada awalnya, tujuan ASEAN untuk menggalang kerja sama antarnegara anggota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, mendorong perdamaian dan stabilitas wilayah, serta membentuk kerja sama dalam berbagai bidang kepentingan bersama.

Namun, ASEAN membuat berbagai agenda yang signifikan di bidang politik seperti  Deklarasi Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality Declaration/ ZOPFAN) yang ditandatangani tahun 1971. 

Baca Juga: SCG Belum Beruntung di BEI, Nilai Aset Saham dan Laba Bersih Emiten Koleksinya Turun

Kemudian, pada 1976 lima negara pendiri ASEAN itu juga menyepakati Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/ TAC) yang menjadi landasan bagi negara-negara ASEAN untuk hidup berdampingan secara damai.

Dalam bidang ekonomi, Agreement on ASEAN Preferential Trading Arrangements (PTA) berhasil disepakati dan ditandatangani di Manila pada 24 Februari 1977 yang menjadi landasan untuk mengadopsi berbagai instrumen dalam liberalisasi perdagangan. 

Kemajuan-kemajuan tersebut mendorong negara-negara lain di Asia Tenggara bergabung menjadi anggota ASEAN.

Baca Juga: Revisi Permendag, APLE Usul Pemerintah Lebih Baik Naikkan Pajak Barang Impor

11 Anggota ASEAN 

Searah dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai tersebut, negara lain di luar lima negara pendiri ASEAN adalah ingin menggabungkan diri dalam organisasi ini, yaitu sebagai berikut:

  • Brunei Darussalam resmi menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 dalam Sidang Khusus para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/ AMM) di Jakarta, Indonesia.
  • Vietnam resmi menjadi anggota ke-7 ASEAN pada pertemuan para Menteri Luar NegerASEAN ke-28 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 29-30 Juli 1995. 
  • Laos dan Myanmar resmi menjadi anggota ke-8 dan ke-9 ASEAN pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke-30 di Subang Jaya, Malaysia, 23-28 Juli 1997.
  • Kamboja resmi menjadi anggota ke-10 ASEAN dalam Upacara Khusus Penerimaan pada tanggal 30 April 1999 di Hanoi.

Baca Juga: Tingkat Hunian Rata-rata Kawasan The Nusa Dua Tumbuh Hampir 100% pada Semester I-2023

Sehingga, total ada 10 anggota ASEAN. Kemudian, Timor Leste menjadi negara terakhir yang bergabung setelah keanggotaanya disetujui dalam KTT ASEAN 2022 di Phnom Penh, Kamboja. Kini, anggota ASEAN berjumlah 11 negara. 

Mengutip laman resmi Sekretariat Nasional ASEAN dan Kompas.id, negara-negara anggota ASEAN, berdasarkan tanggal menjadi anggota adalah sebagai berikut: 

  • Indonesia (8 Agustus 1967
  • Malaysia (8 Agustus 1967)
  • Singapura (8 Agustus 1967)
  • Thailand (8 Agustus 1967)
  • Filipina (8 Agustus 1967)
  • Brunei Darussalam (8 Januari 1984)
  • Vietnam (28 Juli 1995)
  • Laos (23 Juli 1997)
  • Myanmar (23 Juli 1997)
  • Kamboja (30 April 1999)
  • Timor Leste (November 2022)

Baca Juga: Pasar Bisnis Penerbangan Bertarif Rendah Masih Menjanjikan

Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 

Pada hari ulang tahun ASEAN 2023 bertepatan dengan terpilihnya Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023. 

Periode keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 berlangsung selama satu tahun, dimulai sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 diserahkan dari Kamboja pada KTT ASEAN ke-41 di Phnom Penh, November 2022 lalu.

Sebagai tema keketuaannya pada tahun 2023 ini, Indonesia mengangkat tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Tema ini menjadi rangkuman dari arah keketuaan Indonesia, yakni membawa ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan global.

Baca Juga: Bisnis Penerbangan Bertarif Rendah Rute Internasional Berpeluang Tumbuh Double Digit

Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 yang ke-42. KTT ASEAN 2023 juga akan menjadi kali kelima bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

Sebelumnya, Indonesia telah menjadi tuan rumah pada KTT ASEAN pertama (1976), kesembilan (2003), ke-18 (2011), dan ke-19 (2011). 

Sementara KTT ASEAN dalam periode keketuaan Indonesia ini akan dilangsungkan dua kali, yakni pada 9–11 Mei 2023 di Labuan Bajo, NTT dan September 2023 di Jakarta. 

KTT ASEAN ke-42 ini akan menjadi kali pertama kehadiran Timor Leste sebagai anggota resmi ASEAN. 

Baca Juga: Hingga Akhir 2023, Ekspor Mobil CBU Asal Indonesia Diharapkan Tumbuh Positif

Selain Timor Leste, kesembilan anggota ASEAN lain telah dipastikan hadir oleh Presiden Jokowi pada Mei nanti. Kepastian ini disampaikan pada 14 Maret 2023.

Sementara itu, selain Indonesia dan Timor Leste, negara-negara yang akan hadir, antara lain, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Laos.

Demikian sejarah hari ulang tahun ASEAN 2023 yang diperingati 8 Agustus. 



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Corporate Financial Planning & Analysis Mastering Data Analysis & Visualisation with Excel

×