kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Hindari penyebaran virus corona, Starbucks dan McDonald's di Hubei tutup seminggu


Sabtu, 25 Januari 2020 / 16:50 WIB
Hindari penyebaran virus corona, Starbucks dan McDonald's di Hubei tutup seminggu
ILUSTRASI. Starbucks menutup seluruh gerai di Hubei selama seminggu

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wabah virus corona yang menyebar di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei membuat Starbucks menutup semua gerainya di wilayah tersebut mulai Sabtu (25/1).

Mengutip Reuters, selain menutup toko yang berada di Provinsi Hubei, Starbcuks juga menghentikan layanan pengiriman ke Hubei selama sepekan. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini menyebut penutupan ini untuk memperingati libur Tahun Baru Imlek. 

Berdasarkan postingan perusahaan di akun Weibo, Starbucks juga beralasan, langkah ini harus diambil demi masalah kesehatan bagi pelanggan dan karyawan perusahaan.

Selain Starbucks, waralaba cepat saji asal Negeri Paman Sam, McDonald's juga sudah melakukan langkah serupa. Namun, McDonald's hanya menutup gerai yang berada di lima kota di Provinsi Hubei.

Baca Juga: Cegah virus corona menyebar, Disneyland Shanghai ditutup mulai Sabtu (25/1)

Hal ini ambil untuk meminimalisir penyebaran virus corona saat liburan Tahun Baru Imlek. Terlebih setelah otoritas kesehatan China merilis 41 orang tewas akibat virus yang berkembang di Wuhan tersebut. Selain itu, sekitar 1.287 orang dikonfirmasi terinfeksi virus corona di China saja.

Walau sudah menyebar hampir ke 12 negara, The World Health Organization (WHO) hanya menyebut wabah virus corona ini sebagai kasus darurat di China, bukan global. Padahal penularan virus corona pun lebih mudah antar manusia. 

Komisi Kesehatan Nasional China pun telah membentuk enam tim medis yang jumlahnya mencapai 1.230 tim medis untuk membantu Wuhan.

Pihak berwenang di Hubei juga sedang membangun rumahsakit berkapasitas 1.000 tempat tidur dalam enam hari untuk merawat pasien. Terlebih di wilayah tersebut terdapat 658 pasien yang terkena virus dan dalam perawatan, di mana 57 di antaranya kritis.



TERBARU

[X]
×