Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - PARIS. Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepas lebih dari 20 juta barel solar ke pasar, bersama dengan sisa cadangan minyak dari komitmen pelepasan darurat dalam jumlah besar yang dijanjikan pada bulan Maret lalu. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan dan meredam lonjakan harga.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), Presiden AS Donald Trump telah mendesak negara-negara Uni Eropa untuk menggunakan cadangan minyak mereka, dengan peringatan bahwa jika tidak dilakukan, AS mungkin akan melarang ekspor solar ke wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan Trump untuk menekan harga menjelang pemilihan umum paruh waktu pada 3 November.
Harga solar telah melonjak ke rekor tertinggi di banyak pasar akibat gangguan pasokan yang dipicu oleh perang di Iran serta konflik Rusia-Ukraina. Kondisi ini menimbulkan ancaman inflasi dan peningkatan biaya hidup bagi pemerintah maupun konsumen.
Baca Juga: Tak Hanya Di Indonesia, Polemik Kelulusan Pejabat Pemerintah Juga Terjadi Di AS
Dewan IEA, yang beranggotakan 32 negara, mengadakan pertemuan pada hari Kamis untuk membahas skala dan waktu pelepasan stok tersebut.
"Dewan pengurus IEA menegaskan kembali komitmennya untuk terus melaksanakan 'Tindakan Kolektif' (Collective Action) yang disepakati pada bulan Maret sebagai respons terhadap krisis di Selat Hormuz," demikian pernyataan resmi yang dirilis setelah pertemuan tersebut.
Pada bulan Maret, berbagai negara telah berkomitmen untuk melepas lebih dari 400 juta barel minyak mentah dan produk minyak di tengah lonjakan harga.
Pada hari Kamis, para anggota "sepakat untuk mempercepat pelepasan sisa volume tersebut—dengan rencana spesifik yang telah disiapkan—termasuk melepas lebih dari 20 juta barel solar sesegera mungkin."
Kecewa karena Kurangnya Tambahan Pasokan
Reuters melaporkan bulan ini bahwa pemerintah negara-negara Uni Eropa tengah mendiskusikan usulan Prancis untuk melepas 50 juta barel solar serta 50 juta barel minyak mentah dari cadangan negara-negara anggota IEA.
"Pengumuman IEA merupakan langkah ke arah yang benar, namun belum memuat perincian yang dinantikan oleh pasar," ujar Abhishek Kumar, analis di Sparta Commodities.
"Pasokan solar sebanyak lebih dari 20 juta barel tersebut tampaknya hanyalah percepatan dari komitmen yang sudah ada, bukan volume tambahan yang benar-benar baru."
Baca Juga: Simpanan Bank di India Cetak Rekor, Kenaikan Bunga dan Kredit Membayangi
IEA, yang mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak darurat oleh negara-negara industri, menyatakan bahwa beberapa anggotanya telah melepas cadangan melebihi jumlah yang dijanjikan pada bulan Maret, sementara anggota lainnya berencana untuk melakukan hal yang sama.
Menurut IEA, negara-negara anggota sejauh ini telah melepas sekitar 330 juta barel minyak.
Departemen Energi AS, dengan merujuk pada pernyataan IEA, menyampaikan bahwa pelepasan cadangan lebih lanjut oleh IEA—dengan fokus pada diesel—sedang ditinjau dan dalam proses pengerjaan.
Namun, juru bicara Departemen Energi AS menambahkan bahwa pemerintahan Trump "tetap menuntut pertanggungjawaban negara-negara Eropa karena gagal memenuhi komitmen mereka sebelumnya untuk meminimalkan gangguan pasokan di pasar energi global serta membantu menurunkan harga energi."
Saat ditanya apakah pihak Gedung Putih merasa tidak puas dengan komitmen IEA dalam melepas cadangan minyak, Gedung Putih merujuk pada pernyataan IEA yang dirilis hari Kamis terkait pelepasan cadangan tersebut.
Spanyol menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan melepas 4,4 juta barel dari cadangan strategis pada bulan Oktober.
Sejauh ini, Spanyol telah melepas 3,7 juta barel dari total 11,5 juta barel yang mereka janjikan pada bulan Maret.














